Jakarta (Lampost.co)– PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) memperkuat langkah transformasi perusahaan untuk mencapai visi sebagai perusahaan agribisnis kelas dunia atau global champion pada 2035. Upaya tersebut dimulai dengan penguatan komitmen pimpinan melalui Leadership Alignment Forum (LAF) 2026 yang digelar di Jakarta pada 11–12 Maret 2026.
Mengusung tema “Aligning Leadership – Accelerating Execution”, forum ini menjadi momentum strategis bagi PTPN I. Yakni untuk menyelaraskan kepemimpinan sekaligus mempercepat pelaksanaan transformasi bisnis di tengah dinamika industri perkebunan yang semakin kompetitif.
Baca juga: Penertiban Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diapresiasi PTPN I Regional 7
Direktur Utama PTPN I Teddy Yuniarman Danas menegaskan perusahaan harus bergerak cepat menghadapi berbagai tantangan eksternal. Mulai dari volatilitas harga komoditas hingga disrupsi teknologi. Pada saat yang sama, perusahaan juga terus memperkuat konsolidasi internal pasca-merger agar organisasi semakin solid.
“Transformasi sesungguhnya bukan sekadar perubahan industri. Tetapi perubahan pola pikir kepemimpinan. Strategi hanya akan berjalan jika para pemimpin memiliki komitmen kuat untuk mengeksekusinya secara selaras,” ujar Teddy.
Ia mencontohkan perusahaan global seperti Nestlé yang mampu bertahan dan mendominasi pasar dunia selama lebih dari 150 tahun. Yakni melalui inovasi berkelanjutan serta disiplin tinggi dalam menjalankan standar operasional dan kebijakan perusahaan.
Sebagai peta jalan menuju target tersebut, PTPN I menetapkan lima pilar strategis dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030. Pilar tersebut meliputi peningkatan operational excellence melalui digitalisasi operasional. Kemudian hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi dan teh, optimalisasi aset lahan, serta penguatan disiplin keuangan.
Seluruh strategi tersebut didukung transformasi organisasi menuju digital and data-driven organization, sehingga setiap pengambilan keputusan berbasis data yang akurat dan terukur.
Transformasi Budaya Kerja
Perusahaan juga memperkuat transformasi budaya kerja melalui identitas baru Nusantara EntrePlanters. Konsep ini mendorong setiap insan PTPN I memiliki owner’s mindset. Yaitu rasa tanggung jawab dalam mengelola aset perusahaan layaknya milik sendiri dengan semangat kewirausahaan yang tetap berakar pada nilai-nilai planters.
Mewujudkan budaya kerja tersebut melalui metode 3ON3 Way yang menekankan produktivitas, efektivitas biaya, serta kecepatan kerja atau Productivity, Cost, Speed (PCS).
Selain itu, PTPN I mengakselerasi transformasi teknologi melalui inisiatif 5G, yakni Go Lean, Go Green, Go AI, Go Secure, dan Go Beyond. Melalui pendekatan ini, perusahaan menargetkan pembangunan sistem produksi perkebunan modern berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dengan penyederhanaan birokrasi dan penguatan akuntabilitas kepemimpinan, PTPN I optimistis mampu menjadi perusahaan agribisnis yang kompetitif pada 2030 sebelum mencapai target besar sebagai Global Champion beberapa tahun setelahnya.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








