Metro (Lampost.co): Dua warga Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan saling tikam akibat kesal dan cemburu lantaran korban kerap datang ke rumah pelaku.
Cekcok tersebut, mengakibatkan korban berinisial IJ tewas bersimbah darah di kediaman RH yang terletak di Jalan Kapten Tendean, RW 003 kelurahan setempat.
Data Lampung Post, kejadian tersebut bermula saat IJ (korban) yang merupakan mantan suami dari istri RH (pelaku) datang ke rumahnya pada Senin, 8 Juli 2024 sekitar pukul 20.55 WIB.
Setelah terjadi pertikaian antara IJ dan RH, akhirnya pada pukul 21.15 WIB, IJ tewas bersimbah darah akibat keduanya saling menikam menggunakan senjata tajam.
Kasat Reskrim Polres Metro Iptu Rosali mengungkapkan bahwa motif pelaku menghabisi nyawa korban akibat cemburu.
“Motifnya itu korban datang ke rumah pelaku untuk menjenguk anaknya di rumah mantan istrinya. Korban ini datang ke rumah mantan istrinya untuk memberikan uang jajan kepada anaknya. Namun, korban ini bertemu dengan suami muda dari istrinya,” kata Rosali, Selasa, 9 Juli 2024.
Ia menambahkan, saat itu terjadilah cekcok dan terjadilah pertikaian antara kedua belah pihak. Ada dugaan karena kecemburuan.
Akibat peristiwa tersebut, polisi mengambil tindakan cepat dengan membawa pelaku dan korbannya ke Rumah Sakit Muhammadiyah Metro untuk mendapat penanganan kesehatan.
“Kita mengambil tindakan cepat bahwa tersangka atau terduga terlapornya sudah diamankan Polres Metro. Jadi keduanya mengalami sama-sama luka, untuk korban meninggal dunia,” ujarnya.
Kasat mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia akibat sejumlah luka tusuk pada bagian rawan tubuhnya. Sementara tersangkanya mengalami kritis dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Ahmad Yani Metro.
“Korban mengalami luka tusuk pada bagian leher, ada sekitar 4 luka tusukan. Untuk tersangkanya juga kritis mengalami luka tusuk di bagian belakang tubuh,” katanya.
Pengawalan Ketat
Di tempat terpisah, Dokter jaga IGD RS Muhammadiyah Metro, dr. Sayf Qisthi Muslim mengungkapkan, kedua pasien yang terlibat saling tikam tersebut datang ke rumah sakit dengan pengawalan ketat polisi.
“Salah seorang korban masuk rumah sakit sekitar pukul 21.38 WIB diantar polisi. Yang pertama datang pasien atas nama Rudi Hartono diantar Polisi dengan keadaan baju ada darahnya,” ujarnya.
Pasien merupakan tersangka penusukan terhadap IJ tersebut mengalami luka robek akibat sabetan benda tajam pada 3 titik bagian tubuhnya.
“Kemudian juga terdapat luka robek di bagian leher sebelah kiri belakang telinga, kemudian di punggung sebelah kiri dan yang bagian tengah, jadi ada tiga luka untuk pasien Rudi,” terangnya.
Dokter jaga tersebut juga menyampaikan bahwa pasien berinisial IJ alias l’ing datang ke RS Muhammadiyah Metro sekitar pukul 21.58 WIB.
“Untuk pasien yang selanjutnya, datang kurang lebih 20 menit setelahnya dan diantar oleh aparat juga. Pasien datang dalam keadaan tidak bernyawa dan sudah tidak ada detak jantungnya,” bebernya.
Pasien IJ datang dalam kondisi sudah tidak bernyawa alias meninggal dunia. Sedikitnya terdapat 5 sabetan benda tajam di bagian tubuh korban.
“Pemeriksaan terdapat beberapa luka robek. Terdapat luka robek di area dagu, kemudian leher sebelah kiri lalu di kedua lengan dan dada,” pungkasnya.







