Dorong Petani Go Digital, Diskominfo Lampung Selatan Percepat Transformasi Pertanian

Editor Adi Sunaryo
Senin, 06 April 2026 19.35 WIB
Dorong Petani Go Digital, Diskominfo Lampung Selatan Percepat Transformasi Pertanian
Forum Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor yang digelar di Kalianda, Senin (6/4/2026).

Kalianda (Lampost.co)– Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mempercepat transformasi pertanian berbasis digital guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Langkah ini tertuang dalam forum Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor yang berlangsung di Kalianda, Senin (6/4/2026).

Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menegaskan digitalisasi kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Baca juga: Naik 3 KM ke Lokasi Longsor, Bupati Egi Gerak Cepat Tanam Pohon di Gunung Rajabasa

“Digitalisasi harus kita dorong untuk memutus hambatan rantai nilai yang selama ini menekan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Dalam forum yang diinisiasi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Lampung, Hendry menekankan peran strategis Diskominfo tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga penggerak literasi digital dan penyedia platform yang langsung menyentuh kebutuhan petani.

Ia menjelaskan, teknologi digital kini mampu mengubah cara petani bekerja. Dalam tahap budidaya, petani dapat memanfaatkan aplikasi seperti Plantix untuk mendiagnosis penyakit tanaman hanya melalui foto daun, sekaligus memperoleh rekomendasi pemupukan dan informasi cuaca.

Peluang Pasar Lebih Luas

Di sisi pemasaran, platform seperti PakTaniDigital membuka akses pasar lebih luas. Petani dapat menjual hasil panen, membeli sarana produksi, hingga memantau harga secara real time tanpa bergantung pada rantai distribusi konvensional.

Tak hanya itu, penerapan Internet of Things (IoT) menjadi terobosan besar. Teknologi ini memungkinkan petani memantau kondisi lahan secara langsung melalui sensor, bahkan melakukan perawatan jarak jauh dengan lebih efisien dan presisi.

FGD ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, koperasi, petani, hingga pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar digitalisasi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar ada penerapannya di lapangan.

Hendry mengajak seluruh pemangku kepentingan menyusun langkah konkret agar transformasi digital pertanian memberi dampak nyata.

“Kita harus pastikan digitalisasi ini aplikatif dan benar-benar petani rasakan manfaatnya,” ujarnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pertanian Lampung Selatan mulai bergerak menuju era baru, lebih modern, efisien, dan terhubung dengan ekosistem digital.

Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI