7 Pasar Tertua di Bandar Lampung yang Tetap Ramai, Nomor 1 Ikonik Sejak 1950-an

Sejak puluhan tahun lalu, pasar-pasar itu tidak hanya menjadi tempat transaksi. Warga juga menjadikannya ruang interaksi sosial yang hidup setiap hari.

Editor Effran
Jumat, 24 April 2026 11.27 WIB
7 Pasar Tertua di Bandar Lampung yang Tetap Ramai, Nomor 1 Ikonik Sejak 1950-an
Suasana pedagang di Pasar Bambukuning, Bandar Lampung, Selasa, 20 Januari 2026. Lampost.co/Restu Amalia

Bandar Lampung (Lampost.co) — Pasar tradisional masih menjadi denyut ekonomi masyarakat di Kota Bandar Lampung. Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern, sejumlah pasar lama tetap bertahan dan terus ramai pengunjung.

Sejak puluhan tahun lalu, pasar-pasar itu tidak hanya menjadi tempat transaksi. Warga juga menjadikannya ruang interaksi sosial yang hidup setiap hari.

Pasar Legendaris di Bandar Lampung

Berikut tujuh pasar tertua di Bandar Lampung yang masih eksis dan menjadi pilihan utama masyarakat.

  1. Pasar Bambukuning

Pasar itu sebagai ikon perdagangan di pusat kota. Aktivitas jual beli sudah ramai sejak era 1950-an. Pedagang menawarkan pakaian, tas, sepatu, hingga aksesoris dengan harga bersaing. Banyak pembeli datang untuk belanja grosir maupun eceran. Kini kawasan itu berkembang dengan hadirnya pusat perdagangan modern di sekitarnya.

  1. Pasar Kangkung

Pasar itu berada di wilayah Telukbetung Selatan. Aktivitas perdagangan mulai tumbuh sejak 1960-an. Pedagang menjual hasil laut segar seperti ikan, udang, dan cumi. Selain itu tersedia sayur, bumbu dapur, hingga kebutuhan rumah tangga. Pasar itu juga terkenal dengan harga yang relatif terjangkau.

  1. Pasar SMEP

Pasar itu terletak di pusat kota dan berkembang sejak 1970-an. Lokasinya strategis sehingga mudah warga jangkau. Pengunjung bisa menemukan sembako, buah, sayur, hingga perlengkapan rumah tangga. Aktivitas pasar biasanya padat sejak pagi.

  1. Pasar Tugu

Pasar itu tumbuh sekitar tahun 1980-an di wilayah Kedamaian. Warga sekitar menjadikannya pusat belanja kebutuhan harian. Pedagang menyediakan beras, sayur, daging, ikan, dan berbagai bahan makanan lainnya. Suasana ramai sudah terlihat sejak subuh.

  1. Pasar Gintung

Pasar Gintung sebagai salah satu pasar favorit warga kota. Aktivitas perdagangan berlangsung sejak 1980-an. Beragam kebutuhan pokok tersedia dengan harga bersaing. Pengunjung biasanya datang pada pagi hari untuk mendapatkan bahan segar.

  1. Pasar Panjang

Pasar ini berada di kawasan pesisir dekat pelabuhan. Aktivitas perdagangan mulai berkembang sejak 1970-an. Lokasinya membuat pasar kaya hasil laut segar. Selain itu tersedia sayur, buah, dan kebutuhan dapur lainnya.

  1. Pasar Tamin

Pasar ini terletak di Kelurahan Kelapa Tiga. Sejak 1980-an, pasar ini menjadi pusat belanja warga sekitar. Harga barang di pasar ini terkenal ramah di kantong. Pilihan produk cukup lengkap untuk kebutuhan sehari-hari.

Peran Penting Pasar Tradisional

Pasar tradisional terus memainkan peran besar dalam ekonomi lokal. Banyak pedagang kecil menggantungkan penghasilan dari aktivitas ini. Selain itu, interaksi antara penjual dan pembeli menciptakan hubungan sosial yang kuat. Proses tawar-menawar menjadi ciri khas yang tidak tergantikan.

Meski pusat perbelanjaan modern terus bermunculan di Bandar Lampung. Namun, pasar tradisional tetap memiliki daya tarik tersendiri.

Harga yang lebih murah dan pilihan barang yang lengkap menjadi alasan utama. Suasana khas pasar juga membuat banyak orang tetap memilih berbelanja di sana. Keberadaan pasar-pasar itu membuktikan tradisi dan ekonomi rakyat masih berjalan berdampingan dengan modernisasi kota.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI