Bandar Lampung (lampost.co)–Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H yang diperkirakan jatuh pada akhir Maret 2026, kondisi infrastruktur di Kota Bandar Lampung kembali memicu keluhan warga. Fokus utama keluhan tertuju pada Jalan Ratu Di Balau, Kecamatan Tanjung Senang, yang hingga kini masih dalam kondisi rusak berat dan belum tersentuh perbaikan permanen.
Pantauan di lapangan pada Senin, 9 Maret 2026 menunjukkan setidaknya terdapat enam titik lubang besar dengan kedalaman bervariasi. Selain lubang, permukaan aspal yang bergelombang menciptakan risiko tinggi bagi pengendara, terutama saat volume kendaraan mulai meningkat menjelang arus mudik.
Warga setempat mengungkapkan bahwa upaya perbaikan selama ini hanya bersifat sementara atau tambal sulam yang tidak bertahan lama. Wagiman (57), warga setempat, mengatakan kerusakan sudah berlangsung bertahun-tahun. “Paling hanya ditambal seadanya. Sering terjadi kecelakaan karena pengendara tergelincir di sambungan tambalan atau masuk ke lubang,” jelasnya.
Sementara, Ridwan (46), pemilik jasa tambal ban setempat menyoroti minimnya penerangan jalan saat malam hari. Kondisi makin berbahaya ketika hujan turun karena lubang tertutup genangan air, sehingga tidak terlihat oleh pemudik atau warga yang melintas.
Jalur Vital
Jalan Ratu Di Balau merupakan jalur penghubung strategis menuju Jalan Bypass Soekarno-Hatta dan akses utama menuju arah Jati Agung, Lampung Selatan. Jika tidak segera diperbaiki, titik ini diprediksi akan menjadi simpul kemacetan dan kerawanan kecelakaan selama masa silaturahmi Lebaran.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil tindakan nyata sebelum puncak arus mudik tiba. Perbaikan yang layak sangat dinantikan guna menjamin keselamatan warga dan kelancaran akses transportasi di ibu kota provinsi tersebut. (Magang/Fauzan)








