Kinerja perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan tren positif pada pembuka 2026. Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2026 tercatat menguat dan berhasil menempati posisi kedua tertinggi di Pulau Sumatra.
Bandar Lampung (lampost.co) — Kinerja perekonomian Provinsi Lampung menunjukkan tren positif pada pembuka 2026. Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I 2026 tercatat menguat dan berhasil menempati posisi kedua tertinggi di Pulau Sumatra. Sekaligus berkontribusi sebesar 10,18% terhadap pertumbuhan ekonomi di pulau tersebut.
Kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang pada triwulan I 2026 mencatatkan angka 5,61% (year-on-year/yoy). Angka itu meningkat ketimbang triwulan sebelumnya yang sebesar 5,39% (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto menjelaskan bahwa dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian menjadi motor penggerak utama. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh signifikan sebesar 9,89% (yoy).
“Pencapaian ini ditopang oleh adanya puncak panen raya padi dan jagung di berbagai wilayah Lampung,” ujar Bimo, Rabu, 6 Mei 2026. Ia mengatakan itu dalam acara Bincang Literasi mitra media KpwBI di kantor bank setempat.
Selain pertanian, sektor perdagangan juga tumbuh kuat sebesar 6,91% (yoy). Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Tahun Baru, Imlek, serta rangkaian Ramadan dan Idulfitri 2026 meningkatkan aktivitas belanja masyarakat.
Sektor transportasi dan konstruksi turut memberikan andil positif seiring tingginya mobilitas wisatawan. “Begitu juga berlanjutnya sejumlah Proyek Strategis Nasional di Lampung,” katanya.
Sementara, dari sisi permintaan, factor pendukung pertumbuhan ekonomi Lampung karena solidnya permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,54%, investasi sebesar 4,39%, dan konsumsi pemerintah melonjak hingga 13,84% (yoy).
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update