• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 28/01/2026 22:10
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Gubernur Dorong Ekonomi Inklusif, Lampung Fokus Olah Komoditas dari Desa

Ricky MarlyAtikabyRicky MarlyandAtika
28/01/26 - 21:13
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung
A A
Gubernur Dorong Ekonomi Inklusif, Lampung Fokus Olah Komoditas dari Desa

Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemprov Lampung menegaskan komitmennya membangun ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai bagian dari visi besarnya.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Ia menjelaskan bahwa arah pembangunan Lampung hingga 2029 bertumpu pada tiga misi utama. Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif.

Selain itu, memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Serta meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang inklusif menjadi kunci agar seluruh potensi Lampung dapat bergerak bersama. Selama ini, ekosistem ekonomi daerah dinilai masih berjalan parsial. Di mana sektor pertanian, industri, dan dunia usaha belum terhubung secara optimal.

“Banyak sektor selama ini berjalan sendiri-sendiri. Ketika tidak terhubung dan tidak inklusif, dorongan pertumbuhan ekonomi menjadi terbatas. Pemerintah harus hadir sebagai perajut agar seluruh ekosistem ekonomi dapat tumbuh bersama,” ujar Mirza.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat daya saing daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sektor industri, peningkatan produktivitas petani, serta pembangunan kualitas sumber daya manusia. Upaya ini agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi dan teknologi.

Selain isu ekonomi, Gubernur Mirza juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang masih berada di peringkat terbawah di Sumatera dan peringkat ke-26 secara nasional.

Kondisi ini dinilai ironis mengingat Lampung memiliki posisi geografis strategis, infrastruktur yang relatif memadai, serta akses teknologi yang cukup baik.

“Ini menjadi refleksi bahwa pembangunan sebelumnya belum sepenuhnya inklusif. Ke depan, penguatan SDM harus menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

 

Capai Rp483 Triliun

Gubernur Mirza juga memaparkan potensi besar perekonomian Lampung. Pada 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tercatat mencapai Rp483 triliun.

Namun, sekitar 26 persen atau Rp130 triliun masih berasal dari bahan mentah sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Sementara kontribusi sektor industri baru sekitar 18 persen atau Rp90 triliun.

Dari nilai Rp130 triliun sektor pertanian tersebut, baru sekitar 40 persen yang diolah di dalam daerah. Artinya, masih terdapat potensi lebih dari Rp70 triliun hingga Rp100 triliun yang keluar dari Lampung dalam bentuk bahan mentah tanpa nilai tambah.

“Kita ingin komoditas Lampung diolah di Lampung. Kopi, jagung, padi, singkong, dan komoditas lainnya harus memberi nilai tambah bagi petani dan masyarakat kita,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung meluncurkan program Desaku Maju untuk mendorong ekonomi inklusif berbasis desa.

Program ini fokus pada pengolahan hasil pertanian langsung dari desa melalui penyediaan mesin pengering (dryer), pupuk organik cair, pelatihan vokasi, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Melalui program ini, komoditas unggulan seperti jagung, padi, singkong, kopi, dan kakao akan dikeringkan dan diolah di desa sebelum dipasarkan. Sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat desa,” katanya.

Tags: DESAEKONOMILAMPUNG
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Arah Pembangunan 2029: Fokus Ekonomi Desa, Infrastruktur, dan Lingkungan

Gubernur Tegaskan Arah Pembangunan 2029: Fokus Ekonomi Desa, Infrastruktur, dan Lingkungan

byRicky Marlyand1 others
28/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya dalam membangun daerah secara terarah dan berkelanjutan hingga 2029. Komitmen...

Petani Lampung Apresiasi Lampung sebagai Pusat Singkong Nasional

Petani Lampung Apresiasi Lampung sebagai Pusat Singkong Nasional

byAtika
28/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penetapan Provinsi Lampung sebagai Pusat Singkong Nasional oleh Pemerintah Pusat mendapatkan apresiasi dan rasa bangga oleh masyarakat,...

DPRD Lampung Sambut Penetapan Pusat Singkong Nasional

DPRD Lampung Sambut Penetapan Pusat Singkong Nasional

byAtika
28/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penetapan Provinsi Lampung sebagai Pusat Singkong Nasional mendapat sambutan positif dari DPRD Provinsi Lampung. Anggota Komisi...

Berita Terbaru

Gubernur Tegaskan Arah Pembangunan 2029: Fokus Ekonomi Desa, Infrastruktur, dan Lingkungan
Ekonomi dan Bisnis

Gubernur Tegaskan Arah Pembangunan 2029: Fokus Ekonomi Desa, Infrastruktur, dan Lingkungan

byRicky Marlyand1 others
28/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya dalam membangun daerah secara terarah dan berkelanjutan hingga 2029. Komitmen...

Read moreDetails
Gubernur Dorong Ekonomi Inklusif, Lampung Fokus Olah Komoditas dari Desa

Gubernur Dorong Ekonomi Inklusif, Lampung Fokus Olah Komoditas dari Desa

28/01/2026
Petani Lampung Apresiasi Lampung sebagai Pusat Singkong Nasional

Petani Lampung Apresiasi Lampung sebagai Pusat Singkong Nasional

28/01/2026
DPRD Lampung Sambut Penetapan Pusat Singkong Nasional

DPRD Lampung Sambut Penetapan Pusat Singkong Nasional

28/01/2026
Pemprov Lampung Sambut Positif Kebijakan Pemutihan BPJS Kesehatan

Pemerintah Hapus Tunggakan JKN Warga Kurang Mampu

28/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.