Jadikan Dapur MBG sebagai Penggerak Ekonomi Desa

Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar menegaskan dukungan legislatif terhadap optimalisasi program MBG. Melalui upaya ini, manfaatnya dapat dirasakan secara luas, terutama bagi pelaku UMKM desa.

Editor Denny, Penulis Nur
Jumat, 22 Mei 2026 17.53 WIB
Jadikan Dapur MBG sebagai Penggerak Ekonomi Desa
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dalam kunjungan di Provinsi Lampung, Minggu, 15 Februari 2026. (Dok. Adpim Lampung)

gBandar Lampung (Lampost.co) — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Provinsi Lampung melakukan penguatan melalui kolaborasi pemerintah, legislatif, dan pelaku usaha. Tujuannya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti tantangan besar yang masih Lampung hadapi. Meski terkenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, tingkat konsumsi protein masyarakat Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan angka kemiskinan di daerah. Karena itu, Program Makan Bergizi Gratis ia nilai bukan hanya program pemenuhan gizi anak. Tetapi juga instrumen penggerak ekonomi masyarakat hingga tingkat desa.

“Program ini bukan sekadar soal makanan bergizi. Tetapi bagaimana ekonomi masyarakat bisa ikut bergerak dari desa,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung mencatat implementasi awal program MBG mulai menunjukkan dampak positif. Hal ini terlihat dengan hadirnya sekitar 1.100 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, keberadaan dapur tersebut dinilai mulai menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar menegaskan dukungan legislatif terhadap optimalisasi program MBG. Melalui upaya ini, manfaatnya dapat dirasakan secara luas, terutama bagi pelaku UMKM desa.

Ia menilai dapur MBG perlu dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kerakyatan yang mampu menyerap produk lokal masyarakat desa.

“Harapannya dapur MBG ini bisa menjadi off taker dari ekosistem usaha di desa, sehingga UMKM ikut tumbuh dan roda ekonomi masyarakat semakin kuat,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI