Bandar Lampung (Lampost.co) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung optimistis cabang olahraga (cabor) Wushu akan menjadi salah satu andalan pendulang medali emas. Apalagi saat Lampung menjadi tuan rumah PON XXIII tahun 2032 mendatang. Hal ini menyusul tren positif prestasi atlet-atlet muda Bumi Ruwa Jurai pada kancah internasional.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengaku bangga atas capaian Terfi Meisya, siswi SD Negeri 2 Sawah Brebes. Terfi baru saja meraih medali perak pada 10th World Junior Wushu Championships 2026 di Tianjin, Tiongkok. Menurutnya, munculnya bibit potensial seperti Terfi merupakan aset berharga bagi masa depan olahraga prestasi Lampung.
“Ini adalah bibit atlet potensial yang harus kita jaga dan kembangkan untuk menjadi kekuatan kontingen Lampung pada PON 2032 nanti.” ujar Taufik saat menanggapi keberhasilan atlet asuhan Sasana Xiao Yao tersebut, Sabtu, 28 Maret 2026.
Kemudian Taufik menambahkan, sebelum Terfi, Lampung telah melahirkan talenta-talenta muda berbakat lainnya seperti Gavriel Bryan Wijaya dan Kiara Citra Kalista. Gavriel tercatat sukses menyabet emas pada ASEAN School Games 2025 dan kejuaraan internasional di Tiongkok. Sementara Kiara juga menunjukkan taringnya dengan raihan dua medali pada Kejuaraan Wushu Nasional UI akhir tahun lalu.
“Saya yakin pada kepemimpinan Pengprov Wushu Indonesia Lampung program regenerasi dari seluruh sasana berjalan dengan baik. Wushu merupakan cabor yang memperebutkan banyak medali, sekitar 20 hingga 25 nomor. Mulai dari Taolu, Sanda, hingga Wing Chun. Peluang kita sangat terbuka lebar,” katanya.
Selanjutnya melihat rekam jejak prestasi pada berbagai ajang nasional dan dunia. KONI Lampung berharap konsistensi pembinaan usia dini ini dapat terus terjaga. Dengan persiapan matang sejak level junior, Wushu harapannya mampu memberikan kontribusi besar bagi peringkat Lampung. Terutama dalam ajang olahraga multievent terbesar tanah air tersebut.







