Kalianda (lampost.co)–Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis data sementara dampak banjir bandang yang menerjang Kecamatan Jati Agung pada akhir pekan lalu. Tercatat sebanyak 444 rumah warga terendam luapan air, memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengonfirmasi bahwa ratusan rumah yang terdampak tersebut tersebar di lima desa dengan rincian sebagai berikut:
-
Desa Way Hui: 90 rumah di Perumahan Pemda Lampung.
-
Desa Karang Sari: 105 rumah di Perumahan Alfa Residen dan 99 rumah di Perum Fanis.
-
Desa Gedung Harapan: 50 rumah di Perumahan Diamond.
-
Desa Karang Anyar: 50 rumah di Perumahan Permata Asri.
-
Desa Marga Agung: Sekitar 50 rumah warga terendam.
Bupati Egi telah menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera merampungkan pendataan warga terdampak agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Saat ini, sebagian warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung.
“Saya minta camat segera mendata seluruh warga agar penanganannya cepat dan tepat. Kepada masyarakat di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan menjaga kesehatan,” ujar Radityo Egi Pratama, Sabtu, 7 Maret 2026.
Penyaluran Bantuan Air Bersih
Meskipun kondisi air kini telah surut, pemerintah daerah memastikan pengiriman bantuan logistik dan operasional pembersihan rumah. Fokus utama saat ini adalah penyediaan air bersih untuk membantu warga membersihkan sisa lumpur serta memastikan kebutuhan pangan pengungsi terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan langkah mitigasi lanjutan guna mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Jati Agung. (ANT)








