Lampung Siapkan 73,5 Ton Benih Padi Genjah Antisipasi Dampak El Nino

Total benih padi genjah yang tersedia pada April hingga Mei 2026 mencapai 73,5 ton.

Editor Ricky Marly, Penulis Nur
Kamis, 23 April 2026 21.34 WIB
Lampung Siapkan 73,5 Ton Benih Padi Genjah Antisipasi Dampak El Nino
(dok.)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung memastikan ketersediaan benih padi varietas genjah untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Ummihani mengatakan, total benih padi genjah yang tersedia pada April hingga Mei 2026 mencapai 73,5 ton.

Benih tersebut dapat petani manfaatkan untuk mengurangi risiko gagal panen saat musim kemarau.

“Sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kekeringan, salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong penggunaan varietas padi genjah,” kata Elvira.

Menurutnya, varietas genjah memiliki keunggulan pada umur panen yang lebih singkat serta lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga:

Perkuat Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman

Peringkat Keempat

Elvira menambahkan Lampung juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi benih nasional. Provinsi ini bahkan menempati peringkat keempat produsen benih di Indonesia. Sehingga ketersediaan benih padi, termasuk varietas genjah tahan kekeringan, relatif terjamin.

“Pelaku usaha perbenihan di Lampung cukup banyak memproduksi varietas genjah. Jadi ketika petani membutuhkan, terutama saat musim kemarau, stoknya tetap tersedia,” ujarnya.

Adapun rincian ketersediaan benih genjah tersebut meliputi varietas Inpago 13 Fortiz sebanyak 15 ton, Inpari 42 Agritan GSR sebanyak 3,5 ton, BK Situbondo 01 Agritan sebanyak 48 ton, serta Cakrabuana Agritan sebanyak 7 ton.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan apabila terjadi gagal panen akibat kekeringan.

“Jika ada lahan yang terdampak kekeringan dan mengalami gagal panen, biasanya ada program khusus bantuan benih dari pemerintah. Proses penyalurannya juga relatif lebih cepat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk benih padi inbrida, ketersediaannya pada periode April–Mei 2026 mencapai 1.605 ton. Jumlah tersebut terdiri dari varietas Mekongga sebanyak 170 ton, Inpari 32 HDB sebanyak 1.150 ton, Inpari IR Nutrizinc 3,5 ton, Inpari 50 Marem 2,3 ton, serta Inpari 49 Jembar sebanyak 200 ton.

Selain itu terdapat pula varietas Cimelati sebanyak 0,5 ton, Biosalin 01 Agritan sebanyak 13 ton, dan Ciherang sebanyak 66,5 ton.

Pemerintah daerah berharap ketersediaan benih tersebut dapat membantu petani menjaga produktivitas padi meski menghadapi tantangan iklim.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI