• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 25/03/2026 07:15
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Lampung

Usaha Pembesaran Ayam di Lampura Resahkan Warga

Isnovan DjamaludinFajar NofitrabyIsnovan DjamaludinandFajar Nofitra
20/10/24 - 16:10
in Lampung, Lampung Utara
A A
usaha pembesaran ayam di dekat permukiman warga di kota alam

Kandang ayam yang diduga memicu kedatangan serangga lalat dan menyebar ke permukiman warga di Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Minggu (20/10/2024). Foto: Dok. Lampost.co/Fajar Nofitra

ADVERTISEMENT

Kotabumi (Lampost.co)—Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Kabupaten Lampung Utara menyoroti keberadaan kandang ayam di dekat permukiman warga. Khususnya di RT 14/RW 005, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan.

Pasalnya, serangga lalat dari produksi ayam potong itu sampai ke rumah warga. Dan menghinggapi seluruh ruangan, tidak hanya dapur, tapi sampai ke ruang tamu dan kamar tidur Sehingga meresahkan masyarakat.

Sebab, kejadian itu telah berulang selama periode produksi yang berlangsung selama tiga bulan. Sampai dengan ayam potong dapat dipanen.

“Saya merasa prihatin, sebab apa? Masyarakatlah yang rugi,” kata Sekretaris GRIB Lampura, Defriwansyah Tajir, kepada Lampost.co di lingkungan tersebut, Minggu (20/10/2024).

Menurutnya, hal itu cukup meresahkan, karena dapat menjadi sumber penyakit di tengah pergantian musim saat ini. Dari kemarau ke musim hujan.

Selain itu, kuat dugaan ada prosedur atau aturan yang mereka abaikan. Sebab, berdasarkan informasi dia terima selama ini warga tidak pernah mendapat pemberitahuan akan adanya aktivitas pembesaran ayam setelah sebelumnya ada penutupan.

“Kami juga baru tahu, kalau sebelumnya sudah ada izin terbaru dengan tanda tangan beberapa oknum warga. Tapi itu saat ini sudah tidak berlaku,” ujarnya.

Sebab, kesepakatan secara sepihak tersebut tidak membahas apa yang saat ini menjadi keluhan. Selain itu, kesepakatan itu juga tidak melibatkan masyarakat luas. Karena hanya terjadi dengan beberapa gelintir orang, lalu meminta tanda tangan warga.

“Itu yang kami tanyakan, sejak awal tanda tangan dimintai kepada warga berjumlah 25 itu tanpa disertai kesepakatan. Lantas, ada satu item di antara kesepakatan itu terjadi, seperti banyak lalat. Sehingga gugur dengan sendirinya perjanjian yang diduga menjadi dasar usaha pembesaran ayam broiler tersebut,” ujarnya.

Jangan Perpanjang Izin

Pihaknya mengimbau pemerintah tidak memperpanjang izin usaha, khususnya kandang pembesaran ayam (kandang) yang merugikan masyarakat. Sebab, berdampak pada warga yang berada di radius sampai ratusan meter tersebut. Apalagi lokasi itu tidak jauh, hanya beberapa puluh meter dari permukiman warga.

Informasi yang Lampost.co kumpulkan di lapangan, beberapa hari belakangan masyarakat sibuk dengan banyaknya lalat hinggap ke permukiman warga. Sehingga meresahkan warga, karena dapat menjadi sumber penyakit.

“Apalagi, saya punya anak kecil baru berumur beberapa bulan Mas. Harus pakai kelambu terus, kalau tidak lalat mengerubungi anak saya,” timpal salah seorang warga, Dewi.

Mereka meminta penutupan kandang produksi, karena tidak memperhatikan kesehatan lingkungan. Dan selama ini segala kesepakatan tidak pernah menguntungkan masyarakat.

“Mereka maunya untung, tapi tidak pernah memikirkan lingkungan. Bagaimana usaha berjalan, kalau mereka merugikan kesehatan masyarakat sekitar. Bukan masalah kompensasi yang kami tanyakan, melainkan nasib warga ini mau dibawa ke mana,” ujar warga lainnya, Mariam (44).

Tags: kebersihan lingkungankeresahan wargaKota AlamKotabumi SelatanLampung Utara Kota Alamusaha pembesaran ayam
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Sekura Cakak Buah, Tradisi yang Menjaga Identitas Lampung Barat

Sekura Cakak Buah, Tradisi yang Menjaga Identitas Lampung Barat

byWandi Barboy
24/03/2026

Liwa (Lampost.co): Di tengah derasnya arus globalisasi, masyarakat Lampung Barat tetap menjaga tradisi Sekura Cakak Buah sebagai simbol identitas, kebersamaan,...

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Lampung Terbagi Dalam Dua Gelombang

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Lampung Terbagi Dalam Dua Gelombang

byWandi Barboy
24/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di wilayahnya berlangsung dalam...

Pantai menjadi salah satu objek wisata andalan Lampung. Lampost.co/Silvia Agustina

Tim Motoris Dishub Lampung Jaga Kelancaran Arus Wisata

byDelima Napitupulu
24/03/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung mengambil langkah proaktif dengan menurunkan tim patroli khusus ke berbagai titik rawan kemacetan...

Berita Terbaru

Redmi Pad SE 8.7. Dok Xiaomi
Teknologi

5 Tablet Android 2 Jutaan Bisa SIM Card, Internetan Bebas Tanpa WiFi

byEffran
24/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kebutuhan perangkat fleksibel terus meningkat. Banyak orang kini memilih tablet untuk belajar, bekerja, dan hiburan. Menariknya,...

Read moreDetails
Jorge Martin GP Brasil

Jorge Martin Enggan Bicara Gelar Juara MotoGP 2026 meski Tempel Marco Bezzecchi

24/03/2026
Sekura Cakak Buah, Tradisi yang Menjaga Identitas Lampung Barat

Sekura Cakak Buah, Tradisi yang Menjaga Identitas Lampung Barat

24/03/2026
WAKIL Ketua MPR Eddy Soeparno (WFH Setelah Lebaran)

WFH Setelah Lebaran: Wakil Ketua MPR Ingatkan Roda Ekonomi Jangan Melambat

24/03/2026
Skema WFH

WFH Seminggu Sekali Segera Berlaku: Mensesneg Tegaskan Tidak Untuk Semua Sektor

24/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.