Bandar Lampung (Lampost.co) — Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan EV (Electric Vehicle). PLN mencatat pertumbuhan penggunaan SPKLU yang sangat pesat selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri 2026.
Selama periode 14 Maret hingga 29 Maret 2026, tercatat sebanyak 3.090 transaksi pengisian daya dengan total konsumsi listrik mencapai 73.919 kWh.
Dengan konsumsi energi dalam transaksi tersebut, total jarak tempuh kendaraan listrik diperkirakan mencapai 110.878 km.
Dibandingkan periode Idulfitri tahun 2025 tercatat 949 transaksi dan total konsumsi listrik 19.222 kWh. Hal ini menunjukkan akselerasi kendaraan listrik yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, PLN UID Lampung telah menyiagakan 67 unit EV charger yang tersebar di 40 lokasi strategis. Infrastruktur dengan jarak antar-SPKLU rata-rata sekitar 22 kilometer. Sehingga memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam merencanakan perjalanan tanpa khawatir kehabisan daya, baik di jalur utama mudik maupun kawasan perkotaan. Serta PLN UID Lampung turut menyiagakan 3 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis.
Selain itu, PLN UID Lampung juga mengoptimalkan dukungan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Tersedia fitur Trip Planner yang membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU. Serta fitur AntreEV yang memungkinkan pengguna memantau antrean pengisian daya secara real time, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien dan terencana.
Melalui aplikasi ini, pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU, melakukan transaksi, hingga mengajukan pemasangan home charging.
Semakin Meningkat
General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menyampaikan bahwa lonjakan ini menjadi bukti semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Kami berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan infrastruktur SPKLU yang andal dan merata, khususnya pada momen-momen penting seperti Idulfitri. Sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman tanpa kekhawatiran,” ujar Rizky.
Kehadiran SPKLU yang semakin luas serta berbagai kemudahan layanan turut mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik juga memberikan efisiensi biaya dari pada kendaraan berbahan bakar minyak.









