Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung akan mengaktifkan kembali Pelabuhan Panjang di arus balik Lebaran 2025. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan hal itu merupakan opsi cadangan bila terjadi kepadatan.
“Sepertinya kami akan melakukan skenario yang sama saat arus balik kali ini, serupa dengan saat arus mudik kemarin dalam mengantisipasi kepadatan arus kendaraan pemudik,” ujar Gubernur di Bandar Lampung, Rabu, 2 April 2025.
Ia mengatakan, pengaturan arus lalulintas dari Jalan Tol Trans Sumatera, dan penggunaan tiga pelabuhan penyeberangan di Lampung seperti saat arus mudik.
“Skenario cadangan juga sudah siap seandainya ada kemacetan atau membeludaknya kendaraan saat arus balik. Salah satunya dengan mengaktifkan Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan alternatif,” katanya.
Ia melanjutkan pihaknya akan terus melakukan evaluasi serta pemantauan selama arus balik berlangsung Terutama saat puncak arus balik pada 7–8 April 2025.
“Teknis pelaksanaan nanti oleh tim yang ada di lapangan, tapi memang pengaktifan Pelabuhan Panjang hanya jadi opsi cadangan. Sebab di Pelabuhan Ciwandan hanya bisa di malam hari. Kami akan lihat dahulu untuk aktivasi Pelabuhan Panjang terkait ini,” ucapnya.
Evaluasi
Pada Senin, 31 Maret 2025, Menteri Perhubungan telah mengunjungi Pelabuhan Bakauheni untuk mengevaluasi pelaksanaan arus mudik dan mengatur skema di arus balik.
“Memang ada beberapa hal yang Menteri Perhubungan sampaikan, seperti perlu mempersiapkan. Dan perbaikan beberapa cara agar arus pemudik di arus balik ini lancar bisa berjalan dengan sempurna,” tambahnya.