Pembangunan ini mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), inisiasi prioritas nasional dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini secara khusus mempercepat penguatan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Tedi Zadmiko juga menjelaskan, PHTC mendorong modernisasi fasilitas kesehatan. Program strategis nasional ini mengubah rumah sakit tipe D menjadi tipe C, sesuai arah pembangunan kesehatan 2025–2029.
”Upaya ini menunjukkan hadirnya negara dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan hingga ke wilayah pelosok,” kata Zadmiko.
Dalam kunjungannya, Sekda menyebutkan pembangunan RS KH. M. Thohir berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1,4 hektare. Progres pembangunan kini mencapai 76 persen, dengan luas bangunan sekitar 7.400 m2. Pemerintah Kabupaten mempercepat seluruh pekerjaan. Mereka menargetkan serah terima proyek tepat waktu pada 31 Desember 2025.
“Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud kepedulian dan cinta kita kepada masyarakat Pesisir Barat,” ujar Zadmiko. “Kami menginginkan RS KH. M. Thohir menjadi tempat di mana setiap warga merasa aman dan mendapatkan pelayanan terbaik saat membutuhkan pertolongan.”
Wakil Bupati Irawan Topani turut memberikan dukungan penuh terhadap progres pembangunan ini. Ia menegaskan kehadiran rumah sakit ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan daerah.
”Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melakukan pemantauan ketat guna memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan selesai tepat waktu,” ujar Topani.








