Bandar Lampung (lampost.co) — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa berbagai program kerja strategis pemerintah daerah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung hingga menyentuh angka 5,90 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan performa ekonomi yang solid di tingkat nasional. Gubernur Mirza menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini harus terjaga dengan menggeser fokus pembangunan langsung ke akar rumput.
“Capaian 5,90 persen ini adalah buah dari kerja keras kita bersama. Ke depan, kami akan memperkuat fondasi ini melalui dua program kerja utama yang menyasar langsung masyarakat desa,” ujar Mirza, Sabtu, 11 April 2026.
Program Prioritas
Program prioritas pertama adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kecil di tingkat desa. Menurut Gubernur, desa tidak boleh lagi hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi harus menjadi pusat produksi yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Kita ingin desa memiliki ekosistem ekonominya sendiri. Dengan menciptakan pusat pertumbuhan di desa, kita bisa meningkatkan pendapatan asli desa melalui pemberdayaan UMKM lokal,” tambahnya.
Selaras dengan penguatan ekonomi fisik, program prioritas kedua adalah memastikan pemerataan konektivitas digital hingga ke pelosok Lampung. Gubernur Mirza menyadari bahwa hambatan terbesar produk lokal desa selama ini adalah akses pasar dan rantai penyaluran yang panjang.
“Digitalisasi adalah kunci. Kami pastikan konektivitas digital merata agar produk lokal desa bisa bersaing di pasar nasional maupun global tanpa perantara yang berbelit,” ujarnya Mirza.








