Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana. Khususnya menghadapi potensi gempa megathrust dan tsunami.
Langkah ini melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, TNI/Polri, dunia usaha, hingga masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa ancaman gempa megathrust merupakan risiko nyata yang harus kita sikapi secara serius dan terencana.
Menurutnya, bencana tidak dapat kita prediksi kapan waktu terjadinya. Sehingga kesiapsiagaan dan mitigasi menjadi kunci utama untuk melindungi keselamatan masyarakat.
“Mitigasi bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, TNI/Polri, dunia usaha, hingga masyarakat agar upaya perlindungan dapat berjalan efektif,” ujar Marindo.
Baca Juga:
Teknologi Early Warning System Solusi Lokal Antisipasi Tsunami Megathrust
Peran Aktif Masyarakat
Senada dengan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Rudy Sjawal, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan alat peringatan dini.
“Pendekatan berbasis komunitas mampu meningkatkan rasa memiliki. Sekaligus memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal saat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain penguatan infrastruktur, pertemuan tersebut juga menyoroti perlunya peningkatan literasi kebencanaan di tengah masyarakat.
Upaya ini mencakup integrasi sistem peringatan dini ke berbagai kanal informasi, seperti rumah ibadah dan perangkat komunikasi masyarakat. Serta pelaksanaan simulasi kebencanaan secara rutin, khususnya di wilayah pesisir dan satuan pendidikan.
Melalui langkah ini, Pemprov Lampung menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak hanya soal penyediaan alat. Tetapi membangun ekosistem kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh elemen.
“Ke depan, Pemprov Lampung berencana memfasilitasi pertemuan lanjutan bersama para pemangku kepentingan guna mematangkan skema kerja sama dan rencana implementasi di lapangan,” ujarnya.








