Bandar Lampung (Lampost.co) – Naskah kebijakan penyusunan sejarah Kota Bandar Lampung masuk Nuwo Baca ZA Pagaralam. Hasil riset ini menjadi tambahan koleksi literatur sejarah di Perpustakaan Provinsi Lampung yang bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber referensi.
Penyerahan riset tersebut dilakukan oleh Ketua Tim Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Dr. Abd. Rahman Hamid. Kemudian langsung diterima oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Dr. Fitrianita Damhuri. Penyerahan ini berlangsung di Ruang Kerja Nuwa Baca Zainal Abidin Pagaralam, Jumat, 21 November 2025.
Naskah tersebut merupakan bagian dari Laporan Penelitian Kajian Strategis Nasional Tahun 2025. Tim penelitian terdiri atas Dr. Abd. Rahman Hamid bersama tiga anggota yaitu Uswatun Hasanah, Jihan Nur Azizah, dan Maylatul Luvi. Jihan dam Maylatul merupakan mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Semester VII.
Kemudian Fitrianita Damhuri menyambut baik hasil penelitian ini. Menurutnya, kajian tersebut menjadi kontribusi penting dalam memperkaya pengetahuan mengenai sejarah Lampung. Khususnya sejarah Kota Bandar Lampung, yang masih membutuhkan riset lanjutan dan publikasi yang lebih luas.
Selanjutnya menunjukkan antusiasme yang tinggi. Fitrianita menyampaikan berbagai rencana pengembangan berdasarkan hasil kajian tersebut. Salah satunya membuat diorama, hal ini terinspirasi dari Diorama Sejarah Bangsa di Arsip Nasional RI.
“Kita bisa membuat diorama Sejarah Kota Bandar Lampung,” ujar alumni Program Doktor Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Raden Intan Lampung ini.
Lalu Fitrianita juga menekankan perlunya menentukan skala prioritas dari berbagai rencana yang telah terbahas. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi. “Kami sangat membutuhkan bantuan dari bapak/ibu dosen sejarah UIN RIL,” ujarnya.
Adat Lampung
Begitupun tersampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Merita Aktorina. Ia sangat mengapresiasi dan antusias dengan riset ini. “Kalau ada data yang berkaitan dengan adat Lampung. Itu sangat perlu. Karena pengunjung sering mencarinya,” ujar Merita.
Kemudian Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Intan Lampung, Abd. Rahman Hamid menyambut baik pembuatan diorama. Apalagi ada ide juga yang muncul membuat diorama Pahlawan Nasional Lampung KH. Ahmad Hanafiah dan Pahlawan Daerah Lampung Wan Abdurachman. Kedua pahlawan ini merupakan objek penelitian dosen UIN RIL.
Ia juga siap mendukung rencana strategis tersebut, terutama dalam menyediakan arsip terkait. Ia juga menjelaskan bahwa naskah akademik usulan Pahlawan Daerah Lampung merupakan hasil penelitian tahun 2024. Penelitian ini yang dikerjakan bersama Uswatun Hasanah dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Intan.
Berdasarkan pengalaman penelitian dua tahun terakhir, masih banyak dokumen sejarah Lampung tersimpan pada Arsip Nasional RI dan Perpustakaan Nasional RI. Dokumen ini jarang dimanfaatkan peneliti dari Lampung. “Arsip yang kami baca masih sangat rapi, tidak terlihat jejak penggunaan dari peneliti sebelumnya,” ujarnya.
Selanjutnya, Abd. Rahman Hamid berharap agar dokumen penting bisa didigitalisasi atau direproduksi. Apalagi untuk mengisi Ruang Baca Koleksi Daerah Lampung, Lantai 1 Nuwa Baca ZA Pagaralam. Dokumen penting tersebut seperti Memorie van Overgave (Memori Serah Terima Jabatan) Residen Lampung pada masa Hindia Belanda. Kemudian laporan kolonisasi Jawa, serta berbagai publikasi koran dan majalah tentang Lampung
“Selain informasi umum, masyarakat juga membutuhkan akses mudah terhadap literatur sejarah Lampung,” katanya.








