Bandar Lampung (Lampost.co) – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat koordinasi untuk memastikan mudik berjalan aman dan lancar. Terutama bagi pemudik yang melintasi Provinsi Lampung.
Hal tersebut tersampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI. Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfy Assegaf dan unsur Forkopimda. Ketika memantau kesiapan pengamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Monitor itu tergelar pada kawasan Pelabuhan Bakauheni dan ruas Jalan Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan, Senin, 16 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan. Terutama dalam memastikan kelancaran arus mudik wilayah Lampung. Apalagi Lampung menjadi pintu gerbang utama Pulau Sumatera bagi para pemudik dari dan menuju Pulau Jawa.
“Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan. Ini guna memastikan arus mudik di wilayah Lampung berjalan aman dan lancar.” kata Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Kemudian pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian dan seluruh stakeholder. Terutama untuk menyiapkan posko-posko bersama. Pemerintah Provinsi Lampung. Ini juga mendukung pelayanan kesehatan dengan mengaktifkan 74 posko kesehatan seluruh wilayah Lampung. Kemudian menyiapkan mini ICU kawasan Bakauheni.
“Kami juga mengimbau pengurus masjid sepanjang jalur mudik untuk membuka masjid selama 24 jam. Ini agar bisa menjadi tempat istirahat bagi para pemudik. Jika lelah, silakan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.
Kemudian Gubernur Mirza juga mengingatkan para pemudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah dan petugas di lapangan.
“Kami menghimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan. Jika merasa lelah, silakan beristirahat di rest area, pos pelayanan, atau tempat singgah yang tersedia. Keselamatan adalah yang utama,” ujarnya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh stakeholder. Harapannya pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, dan lancar. Serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
Pantauan Mudik
Kemudian rombongan juga memantau pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Ini guna memastikan melakukan pengecekan kesiapan pos pelayanan dan pengamanan beberapa titik. Antaranya Pos Pelayanan Rest Area 49B, Pos Pelayanan Rest Area 20B, serta Pos Pelayanan Bakauheni.
Kemudian rombongan juga meninjau fasilitas kesehatan dan sarana pelayanan pemudik. Serta kesiapan personel yang bertugas selama masa arus mudik Lebaran. “Secara umum kesiapan pengamanan arus mudik wilayah Lampung telah berjalan dengan baik,” kata Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf
Selanjutnya sebagai bagian dari pengamanan arus mudik Lebaran. Polda Lampung menyiapkan 92 pos yang tersebar berbagai titik strategis. Terdiri dari 57 Pos Pengamanan (Pos Pam), 17 Pos Pelayanan (Pos Yan), 16 Posko Bencana, serta 2 Pos Terpadu. Pengamanan tersebut terdukung oleh 4.232 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya. Personil ini yang terjunkan dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026.
Kemudian ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan terjadi peningkatan jumlah kendaraan. Terutama yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni dalam beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah kesiapan kita semuanya sudah on seat dan tidak ada kendala berarti. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan kendaraan yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni, dari sekitar 5.000 kendaraan pada hari pertama. Kemudian meningkat menjadi 11.000 kendaraan, lalu 19.000 kendaraan, dan hari ini mencapai sekitar 20.000 kendaraan,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan. Pihak operator pelabuhan juga menambah jumlah kapal yang beroperasi. Pada satu dermaga yang sebelumnya melayani empat kapal, kini ditambah satu kapal. Sehingga menjadi lima kapal yang melayani penyeberangan Merak–Bakauheni. Dengan waktu pelayanan sekitar 45 menit untuk proses bongkar muat hingga kembali berangkat.








