Kotabumi (lampost.co)–Petani Kopi di Lampung Utara mengeluhkan penyakit yang menyerang tanamannya.
Saat memasuki musim panen, dan harga cukup baik batang getas pecah – pecah, kemudian daun layu, dan berakhir dengan kematian. Kondisi itu mempengaruhi hasil panen.
Seperti yang ada di area perkebunan Ulak Bunguy, daerah perbatasan antara Desa Srimenanti, Tanjung Raja dan Pulau Panggung Abung Tinggi.
Selain masalah kualitas buah kopi yang kurang baik, petani juga kesulitan lantaran pohon getas mati layu.
Menurut seorang petani, tidak ada penyuluh maupun petugas pertanian turun memberi pengetahuan bagi masyarakat.
“Sejak harga murah sampai mahal sekarang itu tidak ada penyuluh maupun petugas dari pertanian,” ujar warga, Vita kepada lampost.co, Selasa, 9 Juli 2024.
Menurutnya hal tersebut, membuat di petani jauh di bawah harga wilayah lain seperti Ulubelu.
D isana harga sudah mencapai Rp70 ribu/kg, sementara di Abung Tinggi dan sekitarnya itu Rp68 ribu/kg.
“Kami cuma bisa mengelus dada. Selain itu pupuk juga cukup sulit dapat,” timpal warga lainnya, Eno.
Pihaknya berharap ada petugas, atau penyuluh dapat turun langsung ke lapangan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Khususnya para petani setempat, sehingga dapat menjawab kesulitan warga.
Sementara itu, Kadis Perkebunan dan Peternakan Lampung Utara, M Rizki menambahkan pihaknya baru menerima informasi tersebut.
Ia berjanji akan menurunkan tim guna melihat kondisi real di lapangan.
“Insyallah petugas kami turun pada, Kamis esok. Kebetulan ada kunjungan di Kecamatan Tanjung Raja, akan kita lihat bagaimana kondisinya,” ujarnya.








