• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 12/03/2026 04:08
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Petani Pesisir Barat Menderita Keluhkan Harga Pupuk Mahal dan Pengawasan Lemah

Petani Kabupaten Pesisir Barat mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan lemahnya pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi.

Triyadi IsworoYon FisomabyTriyadi IsworoandYon Fisoma
30/10/25 - 15:51
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung, Pesisir Barat
A A
Kondisi sawah di Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat. (Foto: Lampost.co / Yon)

Kondisi sawah di Kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat. (Foto: Lampost.co / Yon)

ADVERTISEMENT

Krui (Lampost.co) – Petani Kabupaten Pesisir Barat mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan lemahnya pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi. Mereka berharap pemerintah dapat menertibkan dan memberi sanksi tegas kepada penjual pupuk nakal yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Para petani menilai, lemahnya pengawasan menyebabkan mereka terus menjadi korban eksploitasi, terutama daerah yang jauh dari pusat distribusi. Kondisi ini membuat kesejahteraan petani semakin sulit tercapai.

Meskipun pemerintah telah menetapkan harga pupuk bersubsidi melalui Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor. 1117/KPTS/SR.301/M/10/2025. Namun petani Pesisir Barat mengaku harga pupuk di lapangan belum turun.

Dalam aturan tersebut, HET pupuk bersubsidi ditetapkan sebagai berikut: Urea Rp1.800 per kilogram; NPK Rp1.840 per kilogram, NPK Kakao Rp2.640 per kilogram; ZA Rp1.360 per kilogram dan Organik Rp640 per kilogram.

Namun, faktanya, harga pupuk pada tingkat pengecer masih berkisar Rp150.000 per sak (50 kg) bahkan bisa mencapai Rp170.000 per sak beberapa tempat.

Mat Razali (52), petani asal Kecamatan Karya Penggawa, mengaku harga pupuk mahal membuat hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi.

“Sekarang bertani ibarat cuma beli beras murah, bukan cari untung. Harga pupuk tetap Rp150 ribu per sak, belum biaya bajak dan tanam,” ujar Razali, Kamis, 30 Oktober 2025.

Kemudian Razali menggarap sawah seluas 7.000 meter persegi dan membutuhkan sekitar 9–10 sak pupuk setiap musim tanam. Hasil panennya mencapai 3,5 ton gabah. Namun menurutnya masih di bawah potensi maksimal empat ton karena kekurangan pupuk dan kendala banjir.

Modus Penipuan Msdsos

Karena harga pupuk mahal, Razali sempat mencoba membeli pupuk yang dijual murah lewat media sosial seharga Rp 90 ribu per sak. Namun, ia justru hampir menjadi korban penipuan.

“Saya dapat telpon orang yang mengaku polisi, katanya PT penjual pupuk sedang diawasi. Untung saya batal beli, karena ada teman yang tertipu, ia minta uang denda setelah pesan pupuk lewat Facebook,” jelasnya.

Sementara itu Abid (51), petani asal Pekon Wayjambu, Kecamatan Pesisir Selatan, juga mengalami hal serupa. Ia tetap membeli pupuk dengan harga tinggi meski tergabung dalam kelompok tani.

“Saya baru panen, beli pupuk NPK dan urea seharga Rp 145 ribu per zak. Katanya sudah turun harga pupuk, tapi tetap mahal,” ujar Abid.

Kemudian Abid menggarap sawah seluas ¾ hektare dan membutuhkan sekitar 400 kg pupuk setiap musim tanam. Ia juga menyebut bahwa harga pupuk yang ia beli melalui kelompok tani nyaris sama dengan harga kios. Yakni sekitar Rp 285 ribu untuk dua zak (urea dan phonska).

Penjelasan DKPP Pesisir Barat

Kepala DKPP Kabupaten Pesisir Barat melalui Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan, Ade Kurniawan mengatakan. Pihaknya telah menerbitkan surat edaran Nomor 500.6/1766/IV.09/2025 tentang penjualan pupuk bersubsidi sesuai HET 2025.

“Kalau ada kios menjual pupuk bersubsidi di atas HET, bisa terkena sanksi hingga penutupan kios atau pidana,” tegas Ade.

Kemudian ia menjelaskan, harga HET berlaku pada gudang Kios Pupuk Lengkap (KPL) dan pembayaran dilakukan secara tunai. Jika petani minta pupuk diantar ke lokasi kebun. Tambahan biaya transportasi bisa menjadi kesepakatan antara petani dan pemilik kios.

Lalu Ade menyebut terdapat 38 KPL Pesisir Barat yang tersebar pada 10 kecamatan (kecuali Pulau Pisang). Tiga distributor utama pada wilayah tersebut adalah PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (16 KPL); PT. Media Distribusi Nasional (12 KPL) dan CV. Tani Mitra Sejati (10 KPL)

Total terdapat 16.506 petani dengan luas tanam 32.891 hektare (padi, jagung, dan kopi). Tahun 2025, Pesisir Barat mendapat alokasi 4.075 ton pupuk urea dan 6.500 ton pupuk NPK.

“Tahun ini hanya dua jenis pupuk bersubsidi, urea dan NPK. Untuk 2026 kami ajukan tambahan formula khusus, tapi tidak untuk ZA dan organik karena kurang diminati,” pungkas Ade.

Tags: BMKG lampungHarga PupukLAMPUNG BARATPertanian Indonesiapertanian lampungPesisir BaratPETANIPupuk NPKPupuk SubsidiPupuk Urea
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Polda Lampung Hitung Kerugian Negara Tambang Ilegal Way Kanan

Polda Lampung Hitung Kerugian Negara Tambang Ilegal Way Kanan

byWandi Barboy
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menghitung kerugian negara dari aktivitas tambang emas...

Penertiban Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diapresiasi PTPN I Regional 7

Penertiban Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diapresiasi PTPN I Regional 7

byWandi Barboyand1 others
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Manajemen PTPN I Regional 7 mengapresiasi langkah Polda Lampung dan Kodam XXI/Radin Inten yang menertibkan aktivitas tambang...

Kantor PTPN I Regional 7.

Gerebek Tambang Ilegal, PTPN I Regional 7 Apresiasi Polda Lampung dan Kodam XXI/RI

byNur
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)---– Manajemen PTPN I Regional 7 menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Lampung dan Kodam XXI/Radin Inten yang...

Berita Terbaru

Ketersediaan PAUD yang Merata hingga Desa Penting untuk Bangun SDM Berkualitas
Mudik Dan Lebaran

Mudik Aman dan Nyaman Wujud Perlindungan Negara bagi Warganya

byRicky Marlyand1 others
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 yang aman dan nyaman harus menjadi bagian dari upaya perlindungan bagi seluruh warga...

Read moreDetails
Polda Lampung Hitung Kerugian Negara Tambang Ilegal Way Kanan

Polda Lampung Hitung Kerugian Negara Tambang Ilegal Way Kanan

11/03/2026
Penertiban Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diapresiasi PTPN I Regional 7

Penertiban Aktivitas Tambang Emas Ilegal Diapresiasi PTPN I Regional 7

11/03/2026
buriram vs melbourne

Buriram United Lolos ke Perempat Final ACLE 2026 Usai Singkirkan Melbourne City

11/03/2026
Kantor PTPN I Regional 7.

Gerebek Tambang Ilegal, PTPN I Regional 7 Apresiasi Polda Lampung dan Kodam XXI/RI

11/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.