Bandar Lampung (Lampost.co) — Program Bersama Kita Benahi Jalan Rusak (Berkibar) merupakan gagasan Pemerintah Provinsi Lampung untuk melakukan perbaikan jalan dengan menggandeng perusahaan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengungkapkan masih sedikit perusahaan yang bergabung dalam program swadaya pendanaan pekerjaan peningkatan kemantapan jalan tersebut.
“Kami selalu mengajak teman-teman dari perusahaan untuk program Berkibar. Tetapi, memang enggak semua perusahaan mau ikut, ini terus kami ajak,” ujarnya.
Padahal, keterlibatan perusahaan sangat penting dalam peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang akan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian. Terutama di wilayah sekitar perusahaan.
“Jalan tersebut sebenarnya yang banyak melalui juga mereka. Kalau jalannya bagus, usaha mereka juga lancar. Sebab, anggaran kami terbatas,” kata dia.
Dia menyebut, hingga saat ini terdapat empat perusahaan di Lampung yang secara aktif bergabung dalam program Berkibar, yaitu PT. Lau Jaya, PT. Mentari, PT. PSMI, dan PT. Bumi Waras.
Terdapat sejumlah perusahaan di bidang pengolahan singkong yang akan bergabung dalam program. Namun, masih terganjal penurunan harga produk pabrik sehingga partisipasinya tertunda sementara.
“Misalnya PT. PSMI di tahun lalu memberikan pendanaan kolaborasi Rp3,5 miliar dan tahun ini juga sama Rp3,5 miliar. Kami harap perusahaan lainnya mengikuti,” jelasnya.
Bentuk TJSL
General Affair CSR PT. PSMI, Samudi, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk bergabung dalam program Berkibar sebagai wujud tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk peningkatan infrastruktur jalan.
Samudi menjelaskan, sejak partisipasi tersebut berjalan sejak 2024 hingga 2025, kontribusi tersebut untuk menyokong kegiatan perbaikan jalan di ruas Tajab–Adijaya, atau ruas lalu-lintas menuju perusahaan.
“Ini menjadi kesepakatan kami dengan Pemprov Lampung karena jalan ini juga milik bersama. Kami harus ikut bertanggungjawab,” kata dia.
Ke depan, pihaknya akan terus menjalin koordinasi dengan Pemprov Lampung untuk keberlanjutan program perbaikan jalan di wilayah operasional perusahaannya.
“Tahun kemarin kolaborasi pembenahan sepanjang 2 kilometer, tahun ini 2 kilometer juga. Segmen per segmen mudah-mudahan terus lanjut sampai di pintu masuk perusahaan atau sekitar 6 kilometer lagi. Ini komitmen awal kami dengan pemerintah,” kata dia.








