Kotaagung (Lampost.co) — Bencana banjir dan longsor yang terjadi pekan lalu pada Kabupaten Tanggamus. Hal ini menyisakan duka mendalam bagi warga Pekon Sridadi, Kecamatan Wonosobo. Sedikitnya dua puluh makam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Banjar Sari tergerus longsor dan hanyut terbawa arus Sungai Way Semaka.
Beberapa jenazah bahkan hilang terseret banjir, sementara sebagian lainnya tertimbun lumpur pada bibir sungai. Kondisi ini membuat sejumlah keluarga terpaksa mengevakuasi dan memindahkan jenazah orang tua mereka ke lokasi pemakaman yang lebih aman.
“Sudah lima makam yang kami gali dan pindahkan. Ini untuk menghormati dan menjaga jenazah keluarga kami,” ujar Musiban, juru kunci TPU Banjar Sari, Kamis, 7 Agustus 2025.
Kemudian pemindahan makam terlaksanakan secara manual oleh keluarga, dibantu seorang ustadz dan juru kunci makam. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena mereka harus menggali timbunan tanah longsor yang masih labil.
Selanjutnya Ismanto, salah satu warga yang memindahkan makam kedua orang tuanya yang wafat pada 1986 dan 2000. Ia menuturkan bahwa erosi pada lokasi makam sebenarnya sudah terjadi sejak setahun terakhir.
“Kami sudah lapor ke pemerintah pekon tentang kondisi ini, tapi belum ada tindakan. Sekarang baru kelihatan akibatnya,” katanya.
Kemudian warga mendesak pemerintah pekon dan daerah segera turun tangan. Mereka berharap agar pembangunan bronjong penahan tanah segera terealisasikan. Ini untuk mencegah longsor susulan yang bisa semakin meluas.