BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang tergabung dalam tim Krakatau X-9 meraih juara I KRTI 2019 Divisi VTOL. Teknokrat sukses mengalahkan tim dari Perguruan Tinggi Negeri ternama, UGM dan ITS di final.
Kontes dilaksanakan di Grati, Pasuruan pada 1-5 Oktober lalu. Dosen pembimbing tim Krakatau X-9, Maulana, mengatakan kemenangan tersebut diraih berkat persiapan matang yang dilaksanakan sejak even tahun lalu selesai.
“Kami kaji kelemahan robot, lalu mengamati kelebihan tim lain. Dari kajian itu, kami lakukan riset dan persiapan untuk event berikutnya. Kami tentukan detail teknologi yang akan digunakan,” kata Maulana.
Selanjutnya, tim melakukan tes untuk seluruh rancangan, terutama yang berkaitan dengan teknologi, kompatibelitas antar perangkat, stabilitas hingga keamanan.
“Setelah aturan lomba resmi diumumkan, kami membuat wahana sesuai kajian,” ujarnya. Berkat riset dan persiapan matang, robot Teknokrat berhasil menampilkan performa terbaik.
Sejumlah keunggulan robot Teknokrat menurut dewan juri antara lain tingkat missed rate rendah dan cepatnya waktu penyelesaian misi. Rata-rata misi sukses diselesaikan dalam waktu dibawah 1:20 detik.
Maulana mengakui tantangan terberat tim adalah menangani tekanan baik dari lawan, juri, penonton, dan diri sendiri. “Bayangkan, di final kami menghadapi UGM dengan segala keunggulan dan catatan sejarah perlombaannya,” ujar dia.
Rektor Universitas Teknokart Indonesia HM Nasrullah Yusuf mengapresiasi persiapan dan riset tim. “Melalui riset mendalam, robot yang dihasilkan akan mampu bersaing dengan tim manapun, termasuk PTN ternama,” kata Nasrullah.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap semangat para mahasiswa yang antusias mengikuti berbagai lomba demi mengharumkan nama universitas serta Provinsi Lampung. “Kami selalu support seluruh proses mulai dari persiapan hingga tahap akhir. Tujuannya demi meningkatkan daya saing mahasiswa,” ujarnya.








