Bandar Lampung (Lampost.co) – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali mengukir prestasi nasional dengan meraih Hibah Program Mahasiswa Berdampak 2025 dari Kemendiktisaintek RI. Melalui program inovatif bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Digital Smart Cow Farming Technology”, mahasiswa UTI menghadirkan solusi cerdas berbasis teknologi digital bagi peternak di Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
Program ini ditujukan untuk menjawab berbagai tantangan yang kerap dihadapi peternak, mulai dari ketidaktepatan takaran pakan, pencatatan manual pertumbuhan sapi yang rawan salah, hingga perhitungan harga pokok produksi yang masih sebatas perkiraan.
Inovasi Digital untuk Peternakan Berkelanjutan
Salah satu terobosan unggulan mahasiswa UTI adalah Smart Gerobak Sorong dengan timbangan digital yang mampu menakar pakan sapi secara tepat, sekaligus mencatat data pakan secara otomatis.
Selain itu, hadir pula Digital Smart Composter yang mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik dengan sistem fermentasi otomatis. Inovasi ini tidak hanya mendukung praktik peternakan berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi Karang Taruna Putra Wahya dalam mengelola unit usaha kompos secara mandiri.
Aplikasi Digital untuk Pasar Lebih Luas
Guna memperluas jangkauan pemasaran, mahasiswa UTI juga mengembangkan aplikasi digital marketing untuk penjualan sapi yang terintegrasi dengan media sosial dan marketplace.
Tak hanya itu, tersedia pula aplikasi perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang membantu peternak mencatat seluruh biaya operasional, mulai dari pakan hingga transportasi, secara otomatis. Dengan begitu, harga jual sapi bisa ditentukan lebih rasional dan menguntungkan.
Kolaborasi Mahasiswa Lintas Program Studi
Program ini melibatkan lebih dari 20 mahasiswa lintas program studi UTI. Kegiatan dijalankan secara partisipatif dengan metode sosialisasi, pelatihan, pendampingan intensif, hingga evaluasi.
Hasilnya, selain meningkatkan produktivitas peternakan Yasmin Farm, program ini juga memperkuat peran Karang Taruna desa melalui literasi digital dan keterampilan baru dalam pengelolaan limbah.
“Teknologi tepat guna ini membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. Peternak lebih efisien, pemuda desa berdaya, dan hasilnya langsung meningkatkan kesejahteraan,” ujar perwakilan tim mahasiswa UTI.
Sejalan dengan Agenda Nasional
Program ini sejalan dengan kebijakan pembangunan Smart Village, ketahanan pangan nasional, serta mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan pengurangan kelaparan.
Hibah ini berdasarkan Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0769/C3/DT.05.00/2025 tentang penerima Program Mahasiswa Berdampak. Tim pelaksana UTI diketuai oleh Dr. Tri Darma Rosmala Sari, SE., MS., Ak., dengan anggota Auliya Rhman Isnain, S.Kom., M.Kom., Dr. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., dan Qadly Jafar Adrian, Bmm., MIT.
Rektor UTI, Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA., mengapresiasi pencapaian ini.
“Prestasi ini membuktikan peran nyata mahasiswa UTI dalam menghadirkan solusi teknologi bagi masyarakat sekaligus mendukung program nasional. Kami sangat bangga dan mendukung penuh,” ujarnya.










