Metro (Lampost.co)– Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus terbaik di Lampung mendorong minat generasi muda terhadap dunia rekayasa sejak dini dengan menghadirkan pembelajaran langsung di sekolah. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM), tim dosen dan mahasiswa Teknik Sipil turun ke SMAN 3 Metro untuk menggelar pelatihan pembuatan jembatan sederhana dari stik es krim.
Kegiatan ini dipimpin dosen Teknik Sipil, Sefrinta Sasma Murdiagatma dan Hadyan Arifin Bustami, bersama mahasiswa Daffa Albari Putra, Yayuk Yuni Asrianti, dan Rianti Anggraeni. Mereka mengajak siswa tidak hanya memahami teori, tetapi langsung merancang dan membangun model jembatan secara aplikatif.
Baca juga: Mahasiswa Teknokrat Borong Gelar Muli Mekhanai Tulang Bawang 2026, Bukti Kampusnya Juara
Dalam pelatihan tersebut, siswa mempelajari konsep dasar teknik sipil seperti gaya, beban, keseimbangan, dan kekuatan struktur melalui praktik langsung. Metode ini membuat proses belajar lebih interaktif sekaligus mudah dipahami.
Tim pengajar sengaja menggunakan stik es krim sebagai bahan utama karena sederhana, aman, dan mudah didapat. Pendekatan ini memberi ruang bagi siswa untuk bereksperimen tanpa hambatan, sekaligus melatih kreativitas dan ketelitian.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias. Mereka aktif berdiskusi, bekerja dalam tim, dan mencoba berbagai desain konstruksi. Proses ini sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan problem solving yang menjadi kebutuhan penting di era modern.
Dosen pengampu menilai pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini jauh lebih efektif dibanding metode konvensional di kelas. Selain memperkuat pemahaman, pendekatan ini juga membuka wawasan siswa terhadap dunia teknik sipil yang selama ini belum banyak dikenal.
“Melalui praktik langsung, siswa bisa melihat bagaimana teori bekerja di lapangan. Ini menjadi pengalaman berharga yang tidak mereka dapatkan dari buku saja,” ujar salah satu dosen.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mencetak generasi unggul.
“Pembangunan SDM tidak bisa instan. Harus ada kolaborasi antara kampus, sekolah, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah nyata menyiapkan generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program seperti ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya mengenalkan dunia teknik sipil, tetapi juga menginspirasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kampus tersebut berkomitmen terus menghadirkan program edukatif yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Universitas Teknokrat Indonesia membuka kesempatan bagi lulusan siswa SMA dan SMK yang ingin menempuh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri. Bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung dan meraih prestasi seperti para mahasiswa Teknokrat, pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan melalui laman spmb.teknokrat.ac.id. Universitas Teknokrat Indonesia dikenal sebagai PTS terbaik di ASEAN yang konsisten melahirkan lulusan berprestasi dan berdaya saing global.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.





