Lampung (Lampost.co)— Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I Tahun 2026 sukses digelar meriah selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026, setelah diawali dengan technical meeting pada 16 April 2026. Ajang bergengsi ini menjadi panggung adu kemampuan bagi 1.491 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Panitia membagi peserta dalam empat kategori, yakni usia dini sebanyak 318 atlet, pra remaja 612 atlet, remaja 360 atlet, dan dewasa 201 atlet. Atlet-atlet tersebut datang dari berbagai provinsi, seperti Jawa Tengah, Banten, Sumatera Selatan, serta sejumlah daerah lainnya, sehingga kompetisi berlangsung ketat dan penuh gengsi.
Di tengah persaingan sengit, Universitas Teknokrat Indonesia tampil impresif. Kampus ini mengirimkan delapan atlet terbaiknya dan berhasil membawa pulang empat medali, terdiri dari tiga medali emas dan satu medali perunggu. Raihan tersebut menegaskan kualitas pembinaan olahraga di lingkungan kampus.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pimpinan universitas. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., secara aktif memberikan motivasi kepada para atlet, baik sebelum maupun selama kejuaraan berlangsung.
Pihak kampus juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor, yayasan, civitas akademika, serta dosen pendidikan olahraga yang telah memberikan dukungan moril dan materil. Dukungan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan atlet di ajang ini.
Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antaratlet serta mendorong lahirnya talenta-talenta baru di dunia pencak silat nasional.
Universitas Teknokrat Indonesia membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin menempuh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri. Bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung dan meraih prestasi seperti para mahasiswa Teknokrat, pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan melalui laman spmb.teknokrat.ac.id. Universitas Teknokrat Indonesia dikenal sebagai PTS terbaik di ASEAN yang konsisten melahirkan lulusan berprestasi dan berdaya saing global.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










