Kalianda (lampost.co)–Keterbatasan jumlah dermaga di Pelabuhan Merak bisa menghambat kelancaran arus penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni, terutama pada mudik Lebaran 2026. Meski jumlah armada kapal terus bertambah, fasilitas sandar yang minim membuat sebagian besar kapal tidak dapat beroperasi.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 72 kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Merak–Bakauheni. Namun, akibat keterbatasan dermaga, hanya sebagian kecil armada yang dapat melayani penumpang secara optimal.
“Dari total 72 kapal yang tersedia, yang bisa beroperasi hanya 28 kapal di tujuh dermaga. Artinya, sekitar 44 kapal atau hampir 60 persen lebih armada tidak dapat digunakan karena keterbatasan dermaga,” ujar Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Cilegon, Banten, baru-baru ini.
Kondisi ini menciptakan ironi saat periode puncak (peak season). Di saat permintaan masyarakat terhadap angkutan penyeberangan melonjak tinggi, kapasitas layanan justru tidak dapat dimaksimalkan karena kendala infrastruktur sandar. BHS menilai satu dermaga saat ini hanya mampu melayani sekitar empat kapal secara bergantian, yang memicu antrean panjang di area pelabuhan.
Desakan Penambahan Tiga Dermaga Baru
Sebagai solusi mendesak, pemerintah diminta segera menambah setidaknya tiga dermaga baru di Pelabuhan Merak. Penambahan ini diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas sandar secara signifikan.
Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal tambahan untuk beroperasi secara bersamaan. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan rasio penggunaan kapal dapat meningkat sehingga pelayanan kepada pemudik menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman. (MI)








