Surabaya (Lampost.co): Musim kemarau yang melanda Jawa Timur berdampak buruk pada lahan pertanian. Sawah-sawah mengalami kekeringan hingga akhirnya gagal panen.
“Hingga Selasa (6/8/2024), untuk tanaman padi, luas area yang terdampak adalah 31.588,94 hektare. Dari total itu, yang gagal panen sudah 7.666,80 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Dydik Rudy Prasetya di Surabaya.
Baca juga: Waspada Penyakit BEF, 9 Ekor Sapi di Semarang Ditemukan Mati
Secara rinci, ia menyebut luas lahan yang terdampak di tiap-tiap daerah.
- Kabupaten Lamongan: lahan kekeringan 11.736 ha, puso 5.335,50 ha.
- Kabupaten Gresik: lahan kekeringan 5.954 ha, puso 1.477 ha.
- Kabupaten Pacitan: lahan kekeringan 5.785 ha, puso tidak ada.
- Kabupaten Bojonegoro: lahan kekeringan 5.713 ha, puso 92 ha.
- Kabupaten Tuban: lahan kekeringan 1.089 ha, puso seluas 239,40 ha.
- Kabupaten Nganjuk: lahan kekeringan 698 ha, puso 204 ha.
- Kabupaten Mojokerto: lahan kekeringan 268 ha, puso 257 ha.
- Kabupaten Jombang: lahan kekeringan 130 ha, puso 20 ha.
Untuk mengatasi kekeringan, Rudy mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota dalam rangka memaksimalkan capaian target luas tanam masa tanam April-September.
Penetapan masa tanam ini di seluruh kabupaten/kota dengan menyusun agenda gerakan percepatan olah tanah dan percepatan tanam. Kemudian optimalisasi jaringan irigasi. Dengan optimalisasi jaringan irigasi, pihaknya berharap debit air sampai ke pertanaman dengan baik. Sehingga tanaman dapat berproduksi lebih maksimal.
“Selain itu juga kita laksanakan peningkatan debit air irigasi. Yaitu melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier,” katanya.
Rudy menambahkan mengenai pengembangan irigasi pompa. Baik bantuan pemerintah maupun swadaya, pembuatan embung, serta mendorong perpompaan melalui sumur submersible secara swadaya oleh petani.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News.