• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 28/01/2026 18:44
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Nasional

Lagi, Indonesia Daftarkan Kebaya ke UNESCO

Delima NapitupuluMedcombyDelima NapitupuluandMedcom
03/08/24 - 16:16
in Nasional
A A
pakaian kebaya

Pakaian kebaya. (ANT)

Jakarta (lampost.co)– Pemerintah mengajukan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO.

“Kita ajukan berbagai jenis kebaya dalam nominasi UNESCO. Mulai dari Kebaya Labuh dari Sumatera, Kebaya Kutu baru dari Jawa, Kebaya Noni dari Sulawesi Utara. Kebaya Nona dari Timur Maluku dan Papua, hingga Kebaya Kerancang,” kata Jokowi saat peringatan hari Kebaya Nasional, beberapa waktu lalu.

Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya mengajukan hal itu melalui jalur join nomination. Negara-negara ASEAN lainnya yakni Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Sebelumnya, Indonesia pernah mengajukan kebaya lewat jalur Single Nomination tanpa melibatkan negara-negara lain. Namun materi yang diajukan tidak lengkap sehingga dengan memilih jalur Join Nomination diharapkan lebih cepat dalam pengurusan dan penetapan oleh UNESCO.

Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kemenlu, Penny Dewi Herasati mengungkapkan pendaftaran kebaya ke UNESCO bertujuan untuk melestarikan.

“Mungkin kita harus luruskan persepsi. Kita mendaftarkan Kebaya ke UNESCO itu sebetulnya mendaftarkan ke komite warisan budaya tak benda. Komite itu berdasar konvensi yang namanya safe guarding. Jadi mendaftarkan ke UNESCO untuk melestarikan,” kata Penny, Sabtu, 3 Agustus 2024.

Ia menambahkan, UNESCO sendiri mendorong Indonesia untuk mengambil langkah Join Nomination. Pasalnya untuk skema Single Nomination, satu negara hanya boleh mendaftarkan satu budaya setiap tahunnya. Sedangkan proses penetapan bisa 2–3 tahun.

Tags: KebayaUNESCOwarisan budaya tak benda
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ilustrasi TikTok.

TikTok di AS Dihantam Isu Sensor dan Gangguan Sistem

byNur
28/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--– TikTok menepis tudingan bahwa unit operasional barunya di Amerika Serikat melakukan pembatasan atau pengendalian ketat terhadap konten pengguna....

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah

WHO Buka Suara soal Wabah Nipah di India, Ini Risiko Penyebarannya

byNur
28/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah dari klaster kasus terbaru di India masih...

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung sekaligus Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar, Hanan A. Rozak. Dok Partai Golkar

Penempatan Polri di Bawah Presiden Adalah Amanat Reformasi dan Konstitusi

byTriyadi Isworo
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – DPR RI menyatakan Polri tetap berada langsung di bawah Presiden dan tidak berbentuk kementerian. Penegasan tersebut...

Berita Terbaru

Ilustrasi TikTok.
Nasional

TikTok di AS Dihantam Isu Sensor dan Gangguan Sistem

byNur
28/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--– TikTok menepis tudingan bahwa unit operasional barunya di Amerika Serikat melakukan pembatasan atau pengendalian ketat terhadap konten pengguna....

Read moreDetails
Drama Millerntor: Penalti Menit Akhir St Pauli Paksa RB Leipzig Berbagi Poin

Drama Millerntor: Penalti Menit Akhir St Pauli Paksa RB Leipzig Berbagi Poin

28/01/2026
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah

WHO Buka Suara soal Wabah Nipah di India, Ini Risiko Penyebarannya

28/01/2026
08OLAHRAGA-FA1 (foto pendamping HL)-29JAN

Hasil Coppa Italia: Como Singkirkan Fiorentina 3-1, Tantang Napoli di Perempat Final

28/01/2026
Onadio Leonardo dan Beby Prisillia yaa

Onadio Leonardo Bebas Rehabilitasi Hari Ini, Beby Prisillia Sambut Haru Kepulangan Suami

28/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.