Di tengah aktivitas masyarakat yang sebagian besar bergantung pada laut, upaya pemberdayaan terus digerakkan untuk memperkuat kemandirian,
DERU ombak di pesisir Pulau Rinca tak hanya menjadi latar kehidupan nelayan, tetapi juga menyimpan harapan baru bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Di tengah aktivitas masyarakat yang sebagian besar bergantung pada laut, upaya pemberdayaan terus digerakkan untuk memperkuat kemandirian, terutama bagi pelaku usaha ultra mikro.
Kunjungan kerja Menteri UMKM Maman Abdurrahman ke wilayah ini menjadi salah satu penanda keseriusan pemerintah dalam mendorong potensi ekonomi lokal. Bersama Permodalan Nasional Madani (PNM), langkah tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas usaha masyarakat pesisir.
Di Desa Pasir Panjang, yang sekitar 70 persen warganya berprofesi sebagai nelayan, pemberdayaan ekonomi tidak sekadar berbicara soal permodalan. Lebih dari itu, pendekatan yang dilakukan menyentuh aspek literasi keuangan, penguatan usaha, hingga peningkatan kualitas hidup.
Melalui program pembinaan seperti pelatihan Membina dan Memberdaya (Mba Maya), perempuan prasejahtera yang tergabung dalam nasabah PNM Mekaar dibekali kemampuan mengelola usaha secara lebih terstruktur. Mereka belajar mencatat keuangan, mengembangkan produk, hingga membaca peluang pasar dari potensi lokal, termasuk sektor pariwisata yang mulai berkembang di kawasan tersebut.
“Program ini sangat membantu masyarakat, terutama ibu-ibu, dalam menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Ke depan, kami berharap jangkauannya semakin luas,” ujar Maman saat berdialog dengan warga.
Pendampingan yang dilakukan PNM juga tidak berhenti pada aspek ekonomi. Kehadiran Ruang Pintar yang terintegrasi dengan fasilitas literasi seperti pojok baca menjadi ruang belajar baru bagi masyarakat. Di sisi lain, layanan pemeriksaan kesehatan gratis turut melengkapi pendekatan pemberdayaan yang lebih menyeluruh.
Bagi masyarakat pesisir, inisiatif semacam ini menjadi penting. Ketergantungan pada hasil laut yang fluktuatif seringkali membuat pendapatan tidak stabil. Dengan adanya usaha alternatif berbasis rumah tangga, seperti olahan hasil laut atau kerajinan, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan menjadi lebih terbuka.
PNM melihat potensi tersebut sebagai pijakan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.
Dalam konteks yang lebih luas, upaya ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, terutama di wilayah timur Indonesia. Akses terhadap pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat fondasi tersebut.
Bagi warga Desa Pasir Panjang, perubahan mungkin tidak terjadi seketika. Namun, langkah-langkah kecil yang konsisten mulai membentuk arah baru. Dari dapur-dapur sederhana hingga kelompok usaha perempuan, semangat untuk mandiri perlahan tumbuh.
Di tengah keterbatasan, harapan itu kini menemukan jalannya—melalui kolaborasi, pendampingan, dan keberanian untuk mencoba. Pulau Rinca pun tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi ekonomi rakyat yang semakin berdaya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update