Bandar Lampung (Lampost.co) — Umat Islam meyakini Al Quran dalam berbagai aspek penting, termasuk penjelasan tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan.
Menariknya, beberapa penemuan ilmiah yang baru terungkap di abad ke-20 ternyata telah disebutkan dalam Al-Qur’an berabad-abad sebelumnya.
Fenomena Alam yang Dibuktikan dalam Al Quran
Berikut ini 10 keajaiban Al Qur’an dalam sains dan fenomena alam.
1. Teori Big Bang: Asal Usul Alam Semesta
Teori Big Bang merupakan salah satu temuan paling penting dalam kosmologi modern, yang menjelaskan alam semesta terbentuk melalui ledakan besar. Al-Qur’an telah menyebutkan fenomena ini dalam surah Al-Anbiya ayat 30, jauh sebelum teori itu terungkap dari penelitian para ilmuwan.
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan keduanya…” (QS. Al-Anbiya: 30)
Ayat itu menjadi salah satu bukti Al-Qur’an telah menggambarkan proses penciptaan alam semesta melalui teori Big Bang.
2. Tata Surya dan Garis Edarnya
Al-Qur’an juga menjelaskan matahari dan bulan beredar di orbitnya masing-masing, yang sesuai dengan penemuan ilmiah tentang pergerakan planet-planet dan bintang-bintang di alam semesta. Ini tertulis dalam surah Al-Anbiya ayat 33.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya: 33)
Fakta ilmiah itu mengonfirmasi seluruh objek di alam semesta, termasuk planet dan galaksi, bergerak di orbitnya.
3. Api di Dasar Laut
Fenomena alam yang mengejutkan tentang adanya api di dasar laut terdapat dalam surah At-Tur ayat 6. “Dan laut yang di dalam tanahnya ada api.” (QS. At-Tur: 6)
Fenomena itu dibuktikan penelitian ilmuwan seperti Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov, yang menemukan lava mengalir di dasar laut yang suhunya mencapai lebih dari 230 derajat Celcius.
4. Sungai di Dasar Laut
Sungai bawah laut terdapat di Meksiko, lengkap dengan pepohonan dan dedaunan yang mengalir di dasar laut. Fenomena Cenote Angelita ini ada dalam Al-Qur’an surah Al-Furqan ayat 53.
“Dan Dialah (Allah) yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan, yang satu tawar dan yang lainnya asin. Dia jadikan antara keduanya dinding yang tidak tembus.” (QS. Al-Furqan: 53)
Ayat itu menjelaskan bagaimana dua jenis air yang berbeda, asin dan tawar, dapat berdampingan tanpa bercampur.
5. Dua Air Laut yang Tidak Menyatu
Fenomena dua laut yang bertemu tetapi tidak menyatu juga terdapat dalam Al-Qur’an. Hal itu terjadi di Selat Gibraltar. Adapun air dari Laut Mediterania dan Samudra Atlantik bertemu tetapi tidak bercampur. Penjelasan ini terdapat dalam surah Ar-Rahman ayat 19-20.
“Dia membiarkan dua lautan, yang keduanya kemudian bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dapat dilampaui.” (QS. Ar-Rahman: 19-20)
Fenomena alam itu memperlihatkan betapa menakjubkannya ciptaan Allah yang mampu menjaga kedua lautan tersebut tetap terpisah.
6. Embriologi: Proses Pembentukan Janin
Proses perkembangan janin dalam rahim tertulis dalam Al-Qur’an. Bahkan, sebelum teknologi modern mampu mempelajarinya secara detail.
Dalam surah Al-Mu’minun ayat 12-14, menjelaskan manusia tercipta dari setetes mani yang kemudian berkembang menjadi segumpal darah dan daging, sebelum akhirnya menjadi janin yang sempurna.
“Kemudian Kami jadikan air mani itu sesuatu yang melekat. Lalu Kami jadikan sesuatu yang melekat itu segumpal daging, dan Kami jadikan segumpal daging itu tulang belulang. Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minun: 12-14)
Ayat itu menggambarkan tahap-tahap perkembangan embrio yang kini menjadi landasan ilmu kedokteran modern.
7. Gunung Sebagai Pasak Bumi
Al-Qur’an menggambarkan gunung sebagai pasak yang menstabilkan bumi yang sesuai dengan penemuan geologi modern. Surah An-Naba ayat 6-7, menjelaskan gunung-gunung di bumi seperti pasak untuk menjaga keseimbangan.
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An-Naba: 6-7)
Penelitian ilmiah menunjukkan gunung memiliki akar yang menembus jauh ke dalam tanah. Hal itu membantu menstabilkan lempeng bumi dan mencegah pergeseran yang bisa menyebabkan gempa.
8. Pembentukan Awan dan Hujan
Proses pembentukan awan dan turunnya hujan juga ada dalam Al-Qur’an. Dalam surah An-Nur ayat 43, Allah menyebutkan awan bergerak, bertumpuk, dan akhirnya menghasilkan hujan. Fenomena itu ada dalam ilmu meteorologi.
“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarahkan awan, kemudian mengumpulkan antara bagian-bagiannya. Lalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya…” (QS. An-Nur: 43)
9. Angin Sebagai Pembuah
Dalam surah Al-Hijr ayat 22, menyebutkan angin memainkan peran penting dalam proses pembuahan dan penyebaran benih.
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit. Lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.” (QS. Al-Hijr: 22)
Ilmu botani modern membuktikan angin memang membantu dalam proses penyerbukan dan penyebaran biji, yang penting untuk reproduksi tanaman.
10. Samudra yang Gelap di Kedalaman
Al-Qur’an juga menggambarkan kondisi kedalaman laut yang gelap dalam surah An-Nur ayat 40, jauh sebelum manusia dapat menyelam ke dalam laut untuk membuktikannya.
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi ombak di atas ombak, di atasnya (lagi) awan gelap. Itulah kegelapan yang bertindih-tindih. Apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya…” (QS. An-Nur: 40)
Saat ini, ilmu oseanografi membuktikan makin dalam menyelam ke dalam laut, semakin gelap keadaannya. Sebab, cahaya matahari tidak dapat menembus hingga kedalaman tertentu.