• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 21/02/2026 21:02
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Oasis

Peneliti Sebut Kerak Bumi Terus Menurun, ini Penyebab dan Dampaknya

EffranbyEffran
25/09/24 - 09:57
in Oasis
A A
Lempeng Tektonik Kuno Terungkap di Kalimantan. Foto: Utrecht University

Lempeng Tektonik Kuno Terungkap di Kalimantan. Foto: Utrecht University

Turki (Lampost.co) — Peneliti dari Universitas Toronto menemukan kerak bumi di bawah Cekungan Konya, Dataran Tinggi Anatolia Tengah, Turki, terus menurun secara signifikan selama jutaan tahun.

Fenomena itu mengisyaratkan adanya proses geologis baru yang bisa terjadi di planet lain, seperti Mars dan Venus, yang tidak memiliki lempeng tektonik seperti Bumi.

Penelitian dalam jurnal Nature Communications, menggabungkan data dari berbagai sumber. Termasuk simulasi eksperimental, data geofisika, geodetik, dan geologi.

Hasilnya menunjukkan kerak bumi di wilayah tersebut mengalami penurunan misterius meski dataran tinggi di atasnya terus mengalami pengangkatan.

Fenomena itu akibat tetesan litosfer multi-tahap karena ketidakstabilan material berbatu yang membentuk kerak dan mantel atas Bumi.

Dalam proses itu, bagian dari batuan padat yang membentuk kerak bumi terlepas dan tenggelam ke lapisan mantel yang lebih cair di bawahnya, membentuk cekungan di permukaan.

Julia Andersen, kandidat PhD di Departemen Ilmu Bumi Universitas Toronto dan penulis utama studi, menjelaskan berdasar data satelit terlihat adanya fitur melingkar di Cekungan Konya. Hal itu menunjukkan kerak bumi di bawah wilayah tersebut terus mengalami penurunan.

Temuan itu memicu analisis lebih lanjut terhadap data geofisika di bawah permukaan. Selain itu, ada anomali seismik dan kerak bumi yang lebih tebal yang menunjukkan adanya material dengan densitas tinggi di dalam mantel.

Mekanisme Penurunan Kerak Bumi

Russell Pysklywec, salah satu penulis studi dan profesor di Departemen Ilmu Bumi Universitas Toronto, menjelaskan proses penurunan kerak bumi di Cekungan Konya akibat penebalan litosfer.

Saat material litosfer menebal dan menetes ke dalam mantel yang lebih dalam, permukaan di atasnya mengalami penurunan. Namun, ketika beban material di bawahnya terlepas, dataran tinggi di atasnya justru mengalami pengangkatan.

“Kami menemukan proses ini bukan fenomena satu kali. Penurunan awal tampaknya memicu serangkaian peristiwa geologis lainnya di wilayah tersebut. Sehingga, menyebabkan penurunan cepat dan aneh di Cekungan Konya. Sementara dataran tinggi di sekitarnya terus mengalami pengangkatan,” ujarnya.

Penemuan itu menunjukkan adanya hubungan kompleks antara pembentukan cekungan dan pengangkatan dataran tinggi. Andersen menyebutkan penurunan tanah yang terjadi di wilayah tersebut tampaknya berjalan seiring dengan pengangkatan dataran tinggi yang terus berlanjut.

Dampak untuk Geologi Bumi dan Planet Lain

Penemuan itu memiliki implikasi besar tidak hanya untuk memahami proses tektonik Bumi. Namun, juga untuk mempelajari planet lain yang tidak memiliki lempeng tektonik, seperti Mars dan Venus.

Fenomena tetesan litosfer itu membuka pemahaman baru tentang dinamika planet-planet yang memiliki struktur mantel dan kerak serupa dengan Bumi.

Tags: cekungan Konyadataran tinggi Anatoliafenomena tektonikgeologi Bumikerak bumi menurunNature Communicationspenurunan kerak bumitetesan litosferUniversitas Toronto
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ilustrasi zaman es. Foto: Wikimedia Commons

Begini Cara Kehidupan di Bumi Bertahan di Fase Paling Ekstrem 

byEffran
31/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kehidupan di bumi pernah mengalami fase paling ekstrem dalam sejarahnya. Pada periode tertentu, hampir seluruh permukaan...

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

PC Salimah Purbolinggo Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H Bersama TPA Annur

byMustaan
25/01/2026

PURBOLINGGO (lampost.co) — Pimpinan Cabang (PC) Salimah Purbolinggo memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama anak-anak Taman Pendidikan...

patroli gajah

Karbon, Badak, Gajah dan Masa Depan Way Kambas di Tengah Pasar Karbon Indonesia

byMustaan
19/01/2026

TAMAN Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur selama ini dikenal bukan hanya sebagai surga konservasi satwa endemik. Tetapi juga...

Berita Terbaru

Masjid Agung Al Furqon dekat Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung cerah berawan. (FOTO: Lampost.co / Triyadi Isworo)
Cuaca

Cuaca Lampung 21-23 Februari 2026 Waspada Potensi Hujan

byTriyadi Isworo
21/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Sabtu-Senin, 21-23 Februari 2026, cuaca Provinsi...

Read moreDetails
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini cuaca. Dok BMKG

Peringatan Dini Waspada Dampak Hujan di Wilayah Tanggamus

21/02/2026
Kapal Ferry sedang bersandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (Lampost.co/Triyadi Isworo)

Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Lampung

21/02/2026
Minecraft Java Vulkan

Minecraft Java 2026 Tinggalkan OpenGL: Migrasi ke Vulkan API Jadi Kunci ‘Vibrant Visuals’

21/02/2026
Film Kingdom of Heaven.

7 Rekomendasi Film dan Serial saat Ramadan

21/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.