Langkah ini diambil setelah manajemen klub merasa puas dengan kontribusi signifikan Fati selama masa peminjamannya di Stade Louis II.
Monaco (Lampost.co)–Teka-teki mengenai masa depan Ansu Fati akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat terombang-ambing akibat cedera panjang dan penurunan performa di Spanyol, talenta muda berbakat ini telah menemukan “rumah” baru yang nyaman.
Tempat tersebut adalah di kompetisi Ligue 1 Prancis. Klub raksasa AS Monaco kabarnya telah mengambil keputusan bulat untuk mengaktifkan opsi pembelian permanen sang pemain dari Barcelona pada bursa transfer musim panas ini.
Langkah ini diambil setelah manajemen klub merasa puas dengan kontribusi signifikan Fati selama masa peminjamannya di Stade Louis II. Penyerang berusia 23 tahun tersebut telah berhasil melewati masa-masa sulitnya dan siap menjadi pilar penting bagi proyek jangka panjang Les Rouge et Blanc.
Berdasarkan laporan pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, Rabu (6/5/2026) waktu setempat, AS Monaco akan menebus klausul pembelian Ansu Fati dengan nilai yang tergolong ekonomis bagi pemain berbakat sekelasnya, yakni 11 juta euro (atau setara dengan Rp190 miliar berdasarkan kurs saat ini).
Meski melepas sang pemain, Barcelona tidak sepenuhnya memutus hubungan ekonomi dengan mantan pewaris nomor punggung 10 tersebut. Dalam kesepakatan tersebut, Blaugrana akan mendapatkan persentase dari hasil penjualan Ansu Fati di masa depan (sell-on clause). Langkah ini sangat wajar mengingat Barcelona sebelumnya telah memagari sang pemain dengan perpanjangan kontrak hingga 2028 sebelum melepasnya ke Prancis.
Perjalanan Ansu Fati untuk kembali ke level tertinggi tidaklah mudah. Setelah menjalani periode peminjaman yang kurang maksimal di Brighton & Hove Albion, ia akhirnya menemukan ritme permainannya di bawah arahan pelatih Sebastien Pocognoli.
Menyadari riwayat cedera kambuhan sang pemain, Pocognoli sangat berhati-hati dalam memberikan menit bermain. Namun, manajemen beban kerja yang disiplin tersebut justru membuahkan hasil manis. Fati mulai menunjukkan kilasan performa luar biasa seperti saat ia pertama kali muncul di tim utama Barcelona.
Meskipun tidak selalu turun sebagai starter, kontribusi Fati tetap sangat terasa. Salah satu momen paling berkesan musim ini adalah ketika ia mencetak gol kemenangan dramatis di menit-menit akhir ke gawang FC Metz. Gol tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin krusial, tetapi juga menjaga peluang besar Monaco untuk kembali berkompetisi di panggung Liga Champions musim depan.
Keputusan Monaco mempermanenkan Fati merupakan sinyal ambisi klub untuk terus bersaing di papan atas Liga Prancis dan kancah Eropa. Dengan usia yang baru menginjak 23 tahun, Ansu Fati dipandang sebagai aset berharga yang masih bisa berkembang jauh lebih hebat lagi.
Bagi Ansu Fati sendiri, menetap secara permanen di Monaco memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkannya. Jauh dari tekanan besar di Camp Nou, ia kini memiliki panggung yang lebih tenang. Fati dapat kembali membuktikan diri sebagai salah satu penyerang sayap paling mematikan di Benua Biru.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update