Kapten Marquinhos Emosional Bawa PSG ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Bayern

Bagi bek asal Brasil tersebut, keberhasilan ini bukan sekadar statistik, melainkan buah dari kesetiaan dan kerja keras selama belasan tahun di ibu kota Prancis.

Editor Isnovan Djamaludin
Kamis, 07 Mei 2026 20.27 WIB
Kapten Marquinhos Emosional Bawa PSG ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Bayern
Kapten Paris Saint-Germain, Marquinhos. Foto: AFP/Franck Fife

Munich (Lampost.co)–Kapten legendaris Paris Saint-Germain (PSG), Marquinhos, tak kuasa membendung rasa bangga dan haru setelah peluit panjang berbunyi di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Hasil imbang 1-1 melawan Bayern Muenchen sudah cukup bagi raksasa Prancis tersebut untuk mengunci tiket ke final Liga Champions 2025/2026 dengan keunggulan agregat tipis 6-5.

Bagi bek asal Brasil tersebut, keberhasilan ini bukan sekadar statistik, melainkan buah dari kesetiaan dan kerja keras selama belasan tahun di ibu kota Prancis. Seusai laga, Marquinhos menyebut pencapaian ini sebagai bukti evolusi besar yang klub alami di bawah kepemimpinannya sebagai kapten tim.

Perjalanan Panjang Sang Kapten Abadi

Marquinhos yang telah membela panji Les Parisiens selama lebih dari satu dekade merefleksikan betapa sulitnya mencapai konsistensi di level tertinggi Eropa. Sejak bergabung 13 tahun silam, ia telah merasakan pahit manis perjuangan di kompetisi antarklub paling bergengsi di dunia tersebut.

Baca juga: Luis Enrique Puji Mentalitas Baja PSG Usai Singkirkan Bayern Muenchen

“Ini luar biasa! Final lagi! Dalam 13 tahun saya di klub ini, ini semifinal kelima dan sekarang final ketiga bagi saya. Perjalanan ini sangat panjang dan penuh tantangan,” ujar Marquinhos dengan penuh emosi di hadapan awak media. Baginya, mencapai final ketiga adalah pembuktian PSG kini telah menjelma menjadi kekuatan yang disegani secara permanen di Eropa.

Duel ‘Gila’ Melawan Bayern Muenchen

Marquinhos menilai laga semifinal musim ini sebagai salah satu duel paling menguras energi, baik secara fisik maupun mental. Mengingat agregat akhir 6-5, total 11 gol yang tercipta dalam dua pertemuan menunjukkan betapa agresifnya kedua tim dalam memburu kemenangan.

“Pertandingan melawan Bayern benar-benar gila. Dua leg yang sangat emosional dan menguras energi. Tapi kami berhasil mencapai final dan kami pantas mendapatkannya,” ujar bek berusia 31 tahun tersebut. Ia menambahkan keberhasilan ini bukan datang secara instan, melainkan seluruh elemen tim sudah mematok target sejak hari pertama musim mulai.

Mentalitas Pemenang dan Fondasi Tim

Salah satu poin krusial yang Marquinhos adalah soroti transformasi mentalitas tim musim ini. Ia memberikan kredit khusus kepada trio pemimpin di luar lapangan: pelatih Luis Enrique, Direktur Olahraga Luis Campos, dan Presiden klub Nasser Al-Khelaifi. Sinergi ketiga sosok ini berhasil membangun fondasi solidaritas yang kuat di ruang ganti.

“Mentalitas ini datang dari pelatih, Luis Campos, dan Presiden klub. Untuk mencapai final Liga Champions, kami membutuhkan semua orang. Itulah kekuatan utama kami musim ini: solidaritas dan mentalitas kolektif,” ujarnya.

Misi Menuntaskan Mimpi di Budapest

Meski sudah berada di ambang sejarah, Marquinhos dengan tegas mengingatkan rekan-rekannya bahwa perjuangan belum selesai. PSG kini hanya tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan mimpi yang telah lama seluruh suporter di Paris idamkan, yakni mengangkat trofi Si Kuping Besar.

“Kami harus terus menjaga mentalitas yang tepat dan menghadapi final dengan cara yang sama. Target besar kami ada di akhir musim,” ujar sang kapten dengan penuh optimisme. Di partai final, PSG sudah ditunggu Arsenal dalam laga yang akan menjadi penentu siapa raja baru Eropa musim ini.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI