Laga Perpisahan di Maradona, Antonio Conte Resmi Tinggalkan Napoli Akhir Musim ini

Antonio Conte telah mengambil keputusan bulat untuk meletakkan jabatannya dan meninggalkan kursi kepelatihan Napoli begitu musim kompetisi 2025/2026 ini berakhir.

Editor Isnovan Djamaludin
Kamis, 21 Mei 2026 08.30 WIB
Laga Perpisahan di Maradona, Antonio Conte Resmi Tinggalkan Napoli Akhir Musim ini
Antonio Conte mencium trofi scudetto Serie A usai membawa Napoli meraih kemenangan atas Cagliari di Stadio Diego Armando Maradona, 23 Mei 2025. Foto: Getty Images/Francesco Pecoraro

Naples (Lampost.co)–Panggung sepak bola Italia bersiap melepaskan salah satu juru taktik terbaiknya. Pelatih kawakan, Antonio Conte, akan menjalani pertandingan terakhirnya yang emosional bersama Napoli di Stadion Diego Armando Maradona. Momen perpisahan tersebut akan tersaji saat skuad I Partenopei menjamu Udinese dalam laga pamungkas kompetisi Serie A, Minggu (24/5/2026) mendatang.

Juru taktik berusia 56 tahun tersebut telah mengambil keputusan bulat untuk meletakkan jabatannya dan meninggalkan kursi kepelatihan Napoli begitu musim kompetisi 2025/2026 ini berakhir. Kabar ini sekaligus menyudahi kebersamaan sang allenatore yang telah berlangsung selama dua musim di wilayah selatan Italia.

Kesepakatan Damai Dua Figur Temperamental

Langkah pengunduran diri yang mengejutkan ini tercapai setelah Antonio Conte melakukan rangkaian diskusi mendalam hingga membuahkan kesepakatan damai bersama Presiden klub Napoli yang terkenal eksentrik, Aurelio De Laurentiis. Menurut laporan pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, keputusan untuk hengkang dari Naples sebenarnya sudah bulat sejak sebulan yang lalu dan telah Conte sampaikan secara langsung kepada para petinggi klub.

Baca juga: Hellas Verona Tahan Imbang Inter Milan 1-1 di Giuseppe Meazza

Meskipun masa bakti dan kontrak kerjanya di Napoli sejatinya masih tersisa satu musim lagi, Conte memilih pergi dengan cara yang sangat elegan. Mantan pelatih Timnas Italia itu memilih mundur tanpa menuntut biaya kompensasi sepeser pun ataupun pesangon dari pihak manajemen klub.

Kesepakatan tanpa adanya konflik horizontal ini menurut banyak pengamat sebagai bukti matangnya hubungan profesional antara Conte dan De Laurentiis. Padahal, kedua figur fungsionaris tersebut selama ini terkenal sebagai sosok yang memiliki karakter temperamental dan keras kepala.

Konsistensi Pola Karier Singkat Sang Pelatih

Keputusan menyudahi kerja sama setelah  dua musim ini sekaligus memperpanjang catatan unik mengenai konsistensi pola karier Antonio Conte di dunia manajerial sepak bola. Napoli kini tercatat menjadi tim kedelapan dalam level klub yang ia tinggalkan dalam kurun dua tahun atau bahkan kurang dari itu.

Sepanjang sejarah karier kepelatihannya yang gemilang, raksasa Turin, Juventus, menjadi satu-satunya klub yang pernah ia tukangi dalam jangka panjang. Conte menanganinya selama tiga musim penuh.

Pertandingan melawan Udinese pada akhir pekan nanti akan menjadi laga resmi ke-91 Conte dalam mengarsiteki Napoli di semua ajang kompetisi. Sepanjang dua musim memimpin armada I Partenopei, Conte sejatinya menorehkan catatan statistik yang cukup impresif dan layak mendapat acungan jempol.

Ia sukses menyumbangkan rata-rata 2,07 poin per pertandingan di kancah domestik. Serta mencatatkan rasio kemenangan tim (win rate) yang berada di angka 56,67 persen. Publik Naples pasti akan memadati stadion akhir pekan ini untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang manajer.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI