Liverpool (Lampost.co)–Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menegaskan skuadnya tidak akan datang ke Stadion Anfield dengan niat bermain bertahan atau sekadar mencari aman. Menjelang laga leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB, Enrique menginstruksikan anak asuhnya untuk bersiap melewati momen-momen sulit di bawah tekanan pendukung fanatik tuan rumah, Liverpool.
Meskipun datang dengan keunggulan agregat 2-0 berkat kemenangan di Parc des Princes pekan lalu, Enrique menolak untuk bersikap jemawa. Baginya, keunggulan dua gol di kompetisi sekelas Liga Champions bisa menguap dalam sekejap, terutama saat bermain di stadion yang memiliki sejarah panjang keajaiban Eropa seperti Anfield.
Waspadai Perubahan Cepat Sepak Bola Modern
Dalam sesi konferensi pers resmi, Selasa (14/4/2026), pelatih asal Spanyol tersebut menekankan betapa krusialnya menjaga fokus selama 90 menit penuh. Ia memperingatkan dinamika pertandingan saat ini sangat cair dan penuh kejutan.
Baca juga: Misi ‘Comeback’ di Anfield, Liverpool Dituntut Tampil ‘Spesial’
“Dalam sepak bola modern, jalannya pertandingan bisa berubah dengan sangat cepat. Dalam lima menit, Anda bisa mencetak dua gol atau justru kebobolan dua gol,” ujar Enrique.
Ia menyadari Liverpool memiliki segala aspek yang dibutuhkan untuk melakukan comeback—mulai dari kedalaman skuad, kualitas individu, hingga faktor mentalitas pelatih Arne Slot. Enrique memprediksi pertandingan akan berjalan sangat ketat dan penuh ujian fisik maupun mental bagi Les Parisiens.
Belajar dari Memori Adu Penalti Musim Lalu
Kunjungan ini merupakan yang kedua bagi PSG ke markas Liverpool dalam satu tahun terakhir. Pada musim lalu di babak 16 besar, PSG memiliki pengalaman emosional di Anfield.
Saat itu, mereka harus berjuang hingga babak adu penalti setelah agregat berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal dan tambahan. Keberhasilan memenangi drama adu penalti tersebut menjadi modal mental bagi Marquinhos dan kolega.
Namun, Enrique ingin timnya membawa pola pikir yang lebih agresif kali ini. “Kami memiliki pola pikir yang sama seperti tahun lalu saat datang ke sini, ketika kami harus memenangkan leg kedua karena kami kalah di leg pertama. Kami tidak datang untuk bertahan, kami datang untuk memenangkan pertandingan,” ujar mantan pelatih Barcelona tersebut.
Target Mutlak: Kemenangan, Bukan Agregat
Strategi “parkir bus” tampaknya tidak ada dalam kamus Luis Enrique. Dengan lini depan yang berisi pemain-pemain cepat, PSG akan tetap mengeksploitasi celah di pertahanan Liverpool yang kemungkinan besar akan bermain sangat terbuka sejak menit awal.
Bagi PSG, kelolosan ke semifinal adalah harga mati untuk menjaga ambisi merengkuh trofi Si Kuping Besar musim ini. Enrique percaya hanya dengan mentalitas menyerang dan kesiapan menghadapi “momen sulit”-lah timnya dapat keluar dari Anfield dengan kepala tegak.
Kini, seluruh mata dunia tertuju pada Merseyside; mampukah benteng pertahanan PSG menahan badai serangan The Reds, atau justru efektivitas serangan balik Les Parisiens yang akan membungkam publik tuan rumah?









