Timnas Indonesia U-17 berada di ambang sejarah setelah memastikan tempat di Piala Dunia U-17 2025, kini mereka mengincar posisi empat besar di Piala Asia U-17.
Jakarta (Lampost.co) — Timnas Indonesia U-17 dan Korea Utara akan saling sikut untuk memperebutkan satu tiket semifinal Piala Asia U-17 2025. Pertandingan menjadi langkah Garuda Muda menjaga momentum dan menunjukkan mental juang usai memastikan tiket ke Piala Dunia U-17 2025.
Sepanjang penyisihan Grup C, pasukan Garuda Muda menunjukkan mental juang yang kuat dan mampu tampil impresif. Hasilnya, juara grup sudah dalam genggaman tim asuhan Nova Arianto Indonesia sejak laga kedua.
Timnas Indonesia memiliki statistik yang lebih meyakinkan daripada Korea Utara. Garuda Muda mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan satu, dengan selisih gol +6. Sementara Korea Utara hanya menggelontorkan enam gol dan kebobolan tiga kali sehingga hanya memiliki selisih +3.
Meski demikian, Korea Utara tetap bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Korut melaju ke 8 besar sebagai runner up Grup D dengan satu kemenangan dan dua hasil imbang. Satu-satunya kemenangan diraih dengan menghantam juara grup Tajikistan 3-0.
Salah satu pemin yang wajib mendapat perhatian pertahanan Garuda Muda adalah pemain pengganti, Ri Kang-rim. Meski jarang tampil sejak menit awal, Ri telah mencetak dua gol dalam turnamen ini dan total enam gol dari enam pertandingan internasional sejak Oktober 2024. Aksinya menunjukkan ketajamannya dalam membobol gawang lawan.
Duet Kwang Song-han dan Kim Yu-jin juga patut mendapatkan perhatian karena memiliki potensi besar mengancam gawang Daffa Setiawarman. Keduanya sangat agresif dan memiliki kecepatan untuk memberikan pertahanan lawan.
Laga melawan Korut akan menjadi tantangan besar Garuda Muda. Pelatih Nova Arianto berharap para pemainnya tampil percaya diri dan menunjukkan mental juang.
“Mereka memiliki etos kerja bagus, mental kuat dengan dukungan fisik mumpuni. Tapi saya ingin pemain saya tidak takut dan tampil maksimal. Mereka sudah lolos ke Piala Dunia, dan saya ingin mereka tunjukkan mental juara,” ujar Nova Arianto dalam keterangannya kepada media, Minggu (13/4).
Formasi saat menang atas Korea Selatan akan menjadi andalan Nova Arianto dalam lagan anti. Trio Muhamad Al Gazani, Daniel Alfrido, dan kapten tim Putu Panji akan menjadi andalan lini pertahanan untuk meredam serangan para pemain Korut.
Permainan dalam menjaga irama dan mengalirkan bola akan berada di pundak Evandra Florasta dan Nazriel Alfaro. Untuk lini depan, Muhammad Zahaby Gholy akan bertugas menjadi juru gedor untuk membobol gawang Korut.
Tim pelatih juga sudah menyiapkan dengan berlatih intensif untuk menghadapi skenario terburuk, termasuk kemungkinan memainkan drama adu penalti. “Kami siap untuk segala kemungkinan. Jika harus adu penalti, kami sudah latih itu. Tim akan memperjuangkan tiket semifinal sampai titik darah penghabisan,” kata Nova.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update