Hasil imbang ini menjadi kerugian besar bagi Persis Solo yang sedang berjuang keras keluar dari jeratan zona degradasi.
Solo (Lampost.co)–Laga sarat gengsi yang mempertemukan Persis Solo melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 berakhir tanpa pemenang. Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (9/5/2026) malam WIB, kedua tim harus puas berbagi satu poin setelah menyudahi pertandingan dengan skor kacamata 0-0.
Hasil imbang ini menjadi kerugian besar bagi tuan rumah yang sedang berjuang keras untuk keluar dari jeratan zona degradasi. Sebaliknya, bagi tim tamu, raihan satu poin di kandang lawan gagal membawa mereka menggeser posisi tim di atasnya dalam persaingan papan atas klasemen.
Sejak peluit pertama berbunyi, Persebaya Surabaya yang bertindak sebagai tim tamu langsung mengambil inisiatif serangan. Skuad asuhan Bernardo Tavares mencoba mengontrol ritme permainan melalui lini tengah mereka.
Peluang pertama lahir dari kaki gelandang asal Montenegro, Milos Raickovic. Namun, sepakan mendatarnya masih terlalu lemah sehingga dengan mudah kiper Persis Solo, Vukasin Vranes, amankan.
Persis Solo yang tampil dengan beban wajib menang mencoba keluar dari tekanan pada menit ke-8. Kombinasi apik antara Roman Paparyha dan Miroslav Maricic berhasil melepaskan umpan lambung akurat ke jantung pertahanan lawan.
Sayangnya, Bruno Gomes yang menyambut bola dengan tandukan belum mampu mengarahkan bola ke gawang; bola hanya melambung tipis di atas mistar yang dikawal Andhika Ramadhani. Hingga turun minum, skor imbang tanpa gol tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan mulai meningkat. Persis Solo di bawah arahan pelatih Milomir Sesilja tampil lebih berani dan agresif.
Pada awal babak, sempat terjadi kemelut di depan gawang Persebaya akibat tekanan bertubi-tubi dari Laskar Sambernyawa. Namun barisan pertahanan Bajul Ijo dengan komando Risto Mitrevski tampil sangat disiplin.
Peluang emas terbaik Persis lahir pada menit ke-55. Bruno Gomes kembali mendapatkan kesempatan melalui sundulan jarak dekat tepat di depan gawang.
Namun, Andhika Ramadhani menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper tangguh musim ini dengan melakukan penyelamatan krusial yang mementahkan peluang tersebut. Memasuki menit ke-74 hingga akhir laga, serangan Persis mulai terlihat monoton dan mudah terbaca oleh tembok pertahanan Persebaya, hingga akhirnya peluit panjang berbunyi tanpa ada gol tercipta.
Tambahan satu poin ini tidak memberikan dampak signifikan bagi posisi Persis Solo. Mereka masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan raihan 28 poin, yang berarti mereka tetap berada di zona degradasi. Di sisi lain, Persebaya Surabaya tertahan di posisi kelima dengan koleksi 52 poin, terpaut satu angka dari Dewa United yang berada di peringkat keempat.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update