Liverpool (Lampost.co)–Sebuah era keemasan di Anfield segera mencapai garis finis. Megabintang Liverpool, Mohamed Salah, secara resmi mengumumkan akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/2026. Dalam pesan perpisahan yang mengharukan, pemain berjuluk The Egyptian King itu menegaskan para pendukung setia The Reds akan selalu memiliki tempat spesial di hatinya.
Salah menyampaikan pengumuman yang mengejutkan publik sepak bola dunia itu melalui video emosional pada Selasa (24/3/2026) malam. Meski kontraknya masih tersisa hingga 2027, Salah dan pihak manajemen klub telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama lebih awal agar sang pemain bisa mencari tantangan baru di musim panas mendatang.
Pesan Menyentuh untuk Kopites
Dalam pesannya, Salah mengungkapkan betapa dalamnya hubungan emosional yang telah terjalin selama sembilan tahun terakhir di Merseyside. Ia mengaku tidak pernah membayangkan betapa kota dan orang-orang di Liverpool akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari hidupnya.
“Kepada para fan, saya tidak punya kata-kata yang cukup. Dukungan yang kalian berikan selama masa-masa terbaik karier saya adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Kalian tetap berdiri di samping saya bahkan di saat-saat tersulit. Itu akan selalu saya bawa selamanya,” ujar Salah dengan nada bergetar.
Meninggalkan klub ini bukanlah hal yang mudah bagi pemain berusia 33 tahun tersebut. Ia menegaskan Anfield akan selalu menjadi rumah bagi dia dan keluarganya. “Kalian memberi saya waktu terbaik dalam hidup saya. Saya akan selalu menjadi salah satu dari kalian. Karena kalian, saya tidak akan pernah berjalan sendirian,” ujarnya mengutip semboyan ikonik You’ll Never Walk Alone.
Warisan Abadi Sang Raja Mesir
Sejak klub mendatangkannya dari AS Roma pada 2017, Salah telah bertransformasi menjadi salah satu legenda terbesar sepanjang masa Liverpool. Hingga Maret 2026 ini, ia telah mencatatkan 255 gol dalam 435 penampilan, menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub, hanya di bawah Ian Rush dan Roger Hunt.
Salah menjadi instrumen vital dalam kesuksesan Liverpool merengkuh dua gelar Premier League, termasuk gelar ke-20 yang bersejarah pada musim 2024/2025 lalu, serta satu trofi Liga Champions. Meskipun musim 2025/2026 ini menjadi periode yang cukup menantang bagi Liverpool yang saat ini berada di posisi kelima klasemen, kontribusi Salah tetap tidak terbantahkan.
Kepergian secara Baik-baik
Keputusan Salah hengkang di akhir musim ini sebagai bentuk transparansi sang pemain kepada para suporter. Ia ingin memastikan tidak ada spekulasi yang mengganggu fokus tim di sisa musim kompetisi. Pihak klub sendiri mengonfirmasi akan memberikan seremoni perpisahan yang layak bagi Salah di Anfield pada laga kandang terakhir musim ini.
Manajer Liverpool, Arne Slot, turut memberikan apresiasinya terhadap profesionalisme Salah. Meski sempat ada dinamika di ruang ganti pada pertengahan musim, Slot menegaskan warisan Salah tidak akan pudar. Fokus utama Liverpool sekarang adalah mengamankan posisi di zona Liga Champions sebelum melepas sang legenda pergi dengan kepala tegak.
Ke mana langkah Salah selanjutnya masih menjadi tanda tanya besar. Kabar ketertarikan dari klub-klub papan atas Arab Saudi kembali menguat, namun hingga kini agen Salah, Ramy Abbas Issa, belum memberikan kepastian mengenai pelabuhan baru sang bintang setelah resmi meninggalkan Anfield Juni mendatang.








