Como (Lampost.co)–Langkah Inter Milan menuju takhta juara Liga Italia (Serie A) musim 2025/2026 makin tak terbendung. Melakoni laga tandang yang penuh drama di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Senin (13/4/2026) dini hari WIB, Nerazzurri sukses mengandaskan perlawanan sengit tuan rumah Como 1907 dengan skor tipis 4-3.
Kemenangan ini menjadi sangat krusial karena membuat skuad asuhan Cristian Chivu kini mengoleksi 72 poin di puncak klasemen. Dengan sisa enam pertandingan, Inter kini unggul nyaman sembilan angka dari pesaing terdekat mereka.
Di sisi lain, kekalahan ini membuat Como gagal menggeser posisi Juventus di peringkat keempat. Tim milik pengusaha Indonesia tersebut tertahan dengan 58 poin. Mereka terpaut dua angka dari Si Nyonya Tua yang menghuni batas akhir zona Liga Champions.
Baca juga: Scott McTominay Selamatkan Napoli dari Kekalahan di Markas Parma
Kejutan Tuan Rumah di Babak Pertama
Inter Milan sebenarnya datang ke markas Como dengan kepercayaan diri tinggi, terutama setelah mengetahui rival terdekat mereka, Napoli, gagal meraih poin penuh. Namun, Como yang tampil di hadapan pendukung sendiri justru memberikan kejutan luar biasa sejak peluit pertama berbunyi.
Tuan rumah berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-36. Berawal dari tepisan kiper Yann Sommer yang kurang sempurna, Alex Valle dengan sigap menyambar bola rebound untuk membawa Como unggul 1-0.
Tak berhenti di situ, sesaat sebelum turun minum, publik Sinigaglia kembali bergemuruh. Nico Paz melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang yang memaksa Sommer kembali memungut bola dari jaringnya. Skor 2-0 untuk keunggulan Como menutup paruh pertama, sebuah hasil yang sempat membuat barisan pendukung Inter terdiam.
Kebangkitan Nerazzurri dan Kejar-kejaran Skor
Memasuki babak kedua, Inter Milan menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya. Perubahan taktik dan intensitas serangan yang meningkat membuat pertandingan berubah menjadi hujan gol. Inter secara luar biasa mampu mengejar ketinggalan dan berbalik unggul dalam laga yang berlangsung sangat terbuka.
Meskipun Como terus memberikan perlawanan hingga detik-detik akhir dan berhasil menambah satu gol lagi, Inter tetap mampu mempertahankan keunggulan tipis 4-3 hingga laga usai. Kemenangan dramatis ini membuktikan kedalaman skuad dan daya juang Inter yang sulit ditandingi musim ini.
Dengan selisih sembilan poin dan tren positif yang terus terjaga, trofi scudetto tampaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali ke pelukan masyarakat Milan Biru-Hitam. Sementara bagi Como, meski kalah, performa apik mereka melawan sang pemuncak klasemen menjadi modal berharga untuk terus memburu tiket Liga Champions di sisa musim ini.









