Ancaman Siber Naik Tajam, Anak Gamer Jadi Target Empuk

Yang paling penting, ajarkan anak tentang risiko internet dan cara menjaga data pribadi.

Editor Denny
Selasa, 14 April 2026 20.02 WIB
Ancaman Siber Naik Tajam, Anak Gamer Jadi Target Empuk
Ilustrasi(Freepik)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Lonjakan ancaman siber di dunia game kini semakin mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari Kaspersky mencatat peningkatan hingga 86% sepanjang 2025, terutama menyasar pemain muda di Asia Tenggara.

Yang paling rentan? Anak-anak dan remaja yang aktif bermain game online.

Game Populer Jadi Pintu Masuk Serangan

Para pelaku kejahatan digital memanfaatkan popularitas game seperti Roblox, Minecraft, hingga Genshin Impact untuk menjebak korban.

Modusnya terlihat sederhana, tapi efektif:

  • Mod atau cheat palsu di Minecraft yang disisipi malware
  • Janji item langka di Roblox lewat situs tiruan
  • Link hadiah palsu yang mengarah ke pencurian akun

Karena tampilannya meyakinkan, banyak pengguna—terutama anak-anak—tidak menyadari risiko di baliknya.

Data Asia Tenggara: Naik Drastis

Dalam laporan tersebut, beberapa negara mencatat lonjakan signifikan:

  • Vietnam: naik hingga 202,5%
  • Thailand: naik 104,4%
  • Singapura: naik 22,1%
  • Malaysia: naik 21,3%

Sementara itu, Indonesia memang mengalami penurunan sekitar 42,2%. Namun, ini bukan berarti aman. Risiko tetap tinggi, terutama dengan meningkatnya aktivitas digital di kalangan anak muda.

Kenapa Anak-Anak Jadi Target?

Menurut Kaspersky, anak-anak cenderung:

  • Mudah tergoda hadiah gratis
  • Kurang memahami keamanan digital
  • Tidak sadar pentingnya data pribadi

Masalahnya, dampaknya tidak berhenti di akun game saja.

Dalam banyak kasus, anak yang tertipu bisa tanpa sadar membocorkan:

  • Email dan password
  • Data kartu pembayaran orang tua
  • Alamat rumah

Ini membuka peluang kejahatan yang lebih besar, seperti penipuan finansial hingga pencurian identitas.

Cara Melindungi Anak dari Ancaman Siber

Agar tidak jadi korban, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan:

1. Unduh Hanya dari Sumber Resmi

Hindari install mod, cheat, atau aplikasi dari situs tidak jelas.

2. Jangan Klik Link Sembarangan

Jika ada tawaran hadiah atau skin gratis, pastikan sumbernya benar-benar resmi.

3. Gunakan Password Berbeda

Setiap akun sebaiknya punya password unik dan rutin diganti.

4. Gunakan Perlindungan Tambahan

Aplikasi keamanan dan parental control bisa membantu memantau aktivitas anak saat online.

5. Edukasi Sejak Dini

Yang paling penting, ajarkan anak tentang risiko internet dan cara menjaga data pribadi.

Ancaman Nyata di Balik Game Online

Game seperti Roblox dan Minecraft memang seru, tapi juga bisa jadi celah masuk bagi kejahatan digital jika tidak digunakan dengan bijak.

Dengan meningkatnya ancaman siber, kesadaran dan kewaspadaan jadi kunci utama—baik bagi anak maupun orang tua.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI