Yang paling penting, ajarkan anak tentang risiko internet dan cara menjaga data pribadi.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Lonjakan ancaman siber di dunia game kini semakin mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari Kaspersky mencatat peningkatan hingga 86% sepanjang 2025, terutama menyasar pemain muda di Asia Tenggara.
Yang paling rentan? Anak-anak dan remaja yang aktif bermain game online.
Para pelaku kejahatan digital memanfaatkan popularitas game seperti Roblox, Minecraft, hingga Genshin Impact untuk menjebak korban.
Modusnya terlihat sederhana, tapi efektif:
Karena tampilannya meyakinkan, banyak pengguna—terutama anak-anak—tidak menyadari risiko di baliknya.
Dalam laporan tersebut, beberapa negara mencatat lonjakan signifikan:
Sementara itu, Indonesia memang mengalami penurunan sekitar 42,2%. Namun, ini bukan berarti aman. Risiko tetap tinggi, terutama dengan meningkatnya aktivitas digital di kalangan anak muda.
Menurut Kaspersky, anak-anak cenderung:
Masalahnya, dampaknya tidak berhenti di akun game saja.
Dalam banyak kasus, anak yang tertipu bisa tanpa sadar membocorkan:
Ini membuka peluang kejahatan yang lebih besar, seperti penipuan finansial hingga pencurian identitas.
Agar tidak jadi korban, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan:
1. Unduh Hanya dari Sumber Resmi
Hindari install mod, cheat, atau aplikasi dari situs tidak jelas.
2. Jangan Klik Link Sembarangan
Jika ada tawaran hadiah atau skin gratis, pastikan sumbernya benar-benar resmi.
3. Gunakan Password Berbeda
Setiap akun sebaiknya punya password unik dan rutin diganti.
4. Gunakan Perlindungan Tambahan
Aplikasi keamanan dan parental control bisa membantu memantau aktivitas anak saat online.
5. Edukasi Sejak Dini
Yang paling penting, ajarkan anak tentang risiko internet dan cara menjaga data pribadi.
Game seperti Roblox dan Minecraft memang seru, tapi juga bisa jadi celah masuk bagi kejahatan digital jika tidak digunakan dengan bijak.
Dengan meningkatnya ancaman siber, kesadaran dan kewaspadaan jadi kunci utama—baik bagi anak maupun orang tua.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update