Mönchengladbach (Lampost.co)–Borussia Mönchengladbach harus puas berbagi angka saat menjamu Heidenheim dalam laga lanjutan Bundesliga pekan ke-28, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. Pertandingan di Stadion Borussia-Park ini berakhir dengan skor imbang 2-2, sebuah hasil yang cukup untuk memperpanjang rekor tidak terkalahkan Gladbach di kandang menjadi empat laga beruntun.
Meski gagal mengamankan poin penuh, tambahan satu poin ini sangat krusial bagi skuad asuhan Gerardo Seoane. Die Fohlen kini menjaga jarak aman enam poin di atas zona degradasi. Di sisi lain, bagi Heidenheim, hasil ini menambah koleksi poin tandang mereka yang tergolong minim musim ini, yakni hanya poin kelima dari 42 poin maksimal yang tersedia saat bermain jauh dari rumah.
Dominasi Awal Gladbach dan Rekor Wael Mohya
Menghadapi Heidenheim yang terkenal memiliki catatan pertahanan terburuk di liga musim ini, tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit pertama berbunyi. Strategi ini membuahkan hasil manis pada 15 menit awal pertandingan.
Baca juga: Bayer Leverkusen Mengamuk Bikin Comeback Fantastis di BayArena
Bintang muda berusia 17 tahun, Wael Mohya, kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah klub. Pemegang rekor pencetak gol termuda Gladbach tersebut sukses mencetak gol kandang pertamanya setelah memaksimalkan umpan matang Jens Castrop di dalam kotak penalti. Sorak-sorai pendukung tuan rumah menyambut keunggulan 1-0 tersebut dengan optimisme tinggi.
Kebangkitan Heidenheim dan Comeback Marnon Busch
Namun, keunggulan Gladbach tidak bertahan lama. Heidenheim, yang datang dengan modal produktivitas tinggi dalam tiga laga terakhir, memberikan respons cepat. Sepuluh menit berselang, tepatnya pada menit ke-25, Patrick Mainka menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan bertenaga memanfaatkan umpan tendangan bebas akurat Niklas Dorsch.
Memasuki babak kedua, skuad asuhan Frank Schmidt tampil lebih berani dan mendominasi penguasaan bola. Upaya mereka membuahkan hasil manis pada menit ke-60 melalui momen emosional bagi bek Marnon Busch.
Busch mengakhiri penantian panjang selama 12 tahun untuk mencetak gol di kasta tertinggi Jerman dengan sebuah tendangan half-volley indah yang bersarang tepat di pojok gawang Gladbach. Skor berbalik 2-1 untuk keunggulan tim tamu.
Respons Cepat Franck Honorat dan Drama Menit Akhir
Tersentak oleh gol tersebut, Gladbach langsung meningkatkan intensitas serangan. Hanya butuh waktu sepuluh menit bagi mereka untuk membalas.
Melalui sebuah kemelut di depan gawang, bola liar jatuh ke kaki Franck Honorat yang langsung melepaskan tembakan terukur. Bola sempat membentur Jonas Föhrenbach sehingga mengecoh kiper Diant Ramaj, mengubah skor menjadi imbang 2-2.
Di sepuluh menit terakhir, tempo pertandingan makin memanas. Pemain pengganti Gladbach, Haris Tabakovic, nyaris menjadi pahlawan kemenangan melalui tembakan kerasnya, namun Ramaj tampil sigap dengan penyelamatan akrobatik.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor imbang tetap bertahan. Hasil ini membuat kedua tim tetap waspada di papan tengah bawah klasemen guna menghindari kejaran zona merah di sisa musim.








