Padang (Lampost.co)–Harapan Semen Padang FC keluar dari jerat zona merah harus kembali tertunda. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Minggu (5/4/2026), tim berjuluk Kabau Sirah terpaksa menyerah 0-2 dari tamunya, Persib Bandung.
Kemenangan ini makin mengokohkan posisi Persib Bandung di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 61 poin. Sebaliknya, bagi Semen Padang FC, hasil negatif di kandang ini membuat mereka tetap tertahan di peringkat ke-17, sebuah posisi yang sangat rawan karena berada di dalam zona degradasi.
Dominasi Awal Kabau Sirah dan Efektivitas Persib
Sejak peluit pertama berbunyi, Semen Padang FC sebenarnya tampil lebih dominan dari sang pemuncak klasemen. Anak asuh Imran Nahumarury berkali-kali merepotkan barisan pertahanan lawan melalui skema tendangan bebas dan tusukan dari sisi sayap. Guillermo Fernandez Hierro dan kolega setidaknya mencatatkan empat percobaan berbahaya ke gawang Persib yang dikawal Teja Paku Alam.
Baca juga: Magis Moussa Sidibe Bawa Bhayangkara Presisi Tumbangkan Persija Jakarta 3-2
Namun, rapatnya tembok pertahanan yang dibangun tim asuhan Bojan Hodak membuat peluang-peluang tersebut mentah. Keasyikan menyerang, gawang tuan rumah justru jebol pada menit ke-32.
Berawal dari serangan balik cepat di sisi kiri pertahanan Semen Padang, gelandang Berguinho melepaskan umpan matang yang bisa Ramon de Andrade Souza selesaikan dengan sempurna. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Menjelang akhir babak pertama, bintang Timnas Indonesia milik Persib, Thom Haye, nyaris menggandakan keunggulan. Sayangnya, tendangan keras kaki kanan mantan pemain liga top Eropa tersebut masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Hujan Deras dan Brace Ramon Souza
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun meskipun hujan deras mulai mengguyur Stadion GOR Haji Agus Salim. Kedua tim bermain impresif dan saling jual beli serangan di tengah lapangan yang mulai licin.
Mental juara Persib Bandung kembali teruji pada menit ke-70. Ramon de Andrade Souza sekali lagi membungkam suporter tuan rumah setelah berhasil mencetak gol keduanya (brace) di laga itu. Gol tersebut sekaligus meruntuhkan moral bertanding skuad Kabau Sirah.
Melihat timnya sudah unggul dua gol, Bojan Hodak menarik strategi defensif dengan memasukkan pemain berpengalaman, Layvin Kurzawa, di sepuluh menit terakhir waktu normal. Masuknya Kurzawa terbukti ampuh memperkokoh barisan belakang Persib dari gempuran putus asa pemain Semen Padang hingga wasit meniup peluit panjang.
Permohonan Maaf Imran Nahumarury
Seusai pertandingan, pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung setia Semen Padang yang telah memadati stadion.
“Saya minta maaf kepada suporter Semen Padang karena tidak bisa mempersembahkan tiga poin. Kami sudah mencoba segala cara, namun pertahanan Persib sangat disiplin,” ujar Imran dalam sesi konferensi pers.
Tugas berat kini menanti Semen Padang FC di sisa musim untuk bisa bangkit dan menghindari ancaman turun kasta ke Liga 2 musim depan.








