Bandar Lampung (Lampost.co) — Kesuksesan besar Arc Raiders di pasar global pada awal tahun 2026 tidak lantas membuat Embark Studios menutup mata terhadap kritik penggemar. Studio yang berbasis di Swedia tersebut baru-baru ini mengumumkan langkah mengejutkan dengan menghapus sebagian besar dialog berbasis Artificial Intelligence (AI) dan menggantinya dengan rekaman suara aktor profesional.
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Embark Studios, Patrick Söderlund, dalam wawancara terbaru dengan GamesIndustry.biz pada pertengahan Maret 2026. Menurutnya, meskipun teknologi AI berkembang pesat, emosi dan kedalaman karakter yang dihasilkan oleh manusia tetap tidak tertandingi.
Kualitas Aktor Manusia Tetap Tak Tergantikan
Söderlund mengakui bahwa pasca-peluncuran Arc Raiders pada Oktober 2025 lalu, tim pengembang menemukan adanya perbedaan kualitas yang mencolok antara suara sintetis dan performa aktor asli. Kritik dari komunitas mengenai suara karakter yang terdengar kaku di beberapa bagian menjadi alasan utama studio melakukan rekaman ulang (re-recording).
Ada perbedaan kualitas yang nyata. Aktor profesional sejati jauh lebih baik daripada AI, sesederhana itu. Kami menyadari bahwa untuk mencapai imersi yang maksimal dalam petualangan ekstraksi ini, kami membutuhkan sentuhan manusia, ujar Söderlund dalam keterangannya.
Pergeseran Peran AI Menjadi Alat Prototyping
Meski melakukan pengurangan penggunaan AI pada hasil akhir game, Embark Studios tidak sepenuhnya meninggalkan teknologi tersebut. Di tahun 2026 ini, mereka mendefinisikan ulang posisi AI bukan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai alat produksi internal yang efisien.
AI kini digunakan untuk proses prototyping dialog secara cepat. Tim pengembang bisa menguji hingga 15 variasi kalimat dalam waktu singkat menggunakan AI untuk melihat mana yang paling cocok dengan alur cerita. Setelah draf dialog terbaik terpilih, barulah aktor profesional dipanggil ke studio untuk melakukan rekaman final. Cara ini dianggap jauh lebih efektif dibandingkan harus merekam semua variasi dialog secara manual sejak awal.
Komitmen Terhadap Etika dan Kesejahteraan Aktor
Menanggapi isu etika penggunaan AI di industri game, Patrick Söderlund memberikan penegasan. Ia menyebut Embark Studios tetap membayar aktor secara penuh. Pembayaran diberikan untuk waktu yang dihabiskan di booth rekaman.
Penggunaan AI juga tetap diatur dengan jelas. Teknologi ini hanya dipakai untuk sistem non-esensial. Contohnya seperti audio ping dalam game. Meski begitu, aktor tetap mendapat kompensasi lisensi. Hal ini berlaku jika suara mereka digunakan sebagai model Text-to-Speech atau TTS.
Kebijakan ini membawa dampak positif bagi Arc Raiders. Hingga Februari 2026, penjualannya mencapai 14 juta kopi. Angka ini tergolong sangat tinggi.
Langkah tersebut juga mendapat perhatian industri. Banyak pihak menilai ini sebagai standar baru. Pendekatan ini menyeimbangkan efisiensi teknologi dan peran manusia. Integritas artistik tetap dijaga di tengah perkembangan AI.








