• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 17/03/2026 12:22
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Gamer Malaysia Boikot Game Upin & Ipin Universe, Ini 4 Masalah Utamanya

Kampanye boikot yang masif menunjukkan bahwa publik kini menuntut lebih dari sekadar klarifikasi.

Denny ZYbyDenny ZY
31/07/25 - 12:13
in Teknologi
A A
Upin & Ipin Universe, boikot game Malaysia, harga mahal, bug, hak cipta Windah Basudara, Les Copaque, game upin ipin
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Upin & Ipin Universe, game adaptasi dari serial animasi populer Malaysia, tengah dilanda kontroversi besar. Alih-alih disambut meriah, game ini justru memicu kemarahan publik. Ribuan gamer, khususnya dari Malaysia, menyerukan boikot terbuka terhadap game yang dikembangkan oleh Streamline Studios dan dipublikasikan oleh Les Copaque Production.

Melalui media sosial X (sebelumnya Twitter), muncul dua tagar yang kini viral: #BoikotLesCopaque dan #BoikotStreamlineMedia. Seruan ini tidak datang tanpa alasan. Sejumlah masalah teknis, etika, dan harga menjadi pemantik kemarahan para pemain.

1. Harga Terlalu Mahal, Tidak Seimbang dengan Kualitas

Masalah pertama yang paling sering dikeluhkan adalah harga game yang dinilai terlalu mahal. Game ini dijual seharga RM170 hingga RM177 di Malaysia, atau sekitar Rp650.000 di Indonesia. Harga tersebut dianggap tidak masuk akal, terutama karena genre dan kualitas game tidak setara dengan game AAA seperti Red Dead Redemption 2 atau The Last of Us.

Gamer menilai bahwa untuk sebuah game yang menyasar keluarga dan anak-anak, banderol tersebut terlalu tinggi. Banyak yang membandingkan harga game ini dengan game blockbuster yang diproduksi oleh perusahaan kelas dunia dengan anggaran miliaran dolar.

Lebih lanjut, perbedaan sistem harga antarplatform seperti Steam dan Epic Games Store turut membingungkan konsumen. Meski ada regional pricing, tetap saja harga Upin & Ipin Universe dianggap kelewat tinggi untuk pengalaman bermain yang terbatas.

2. Penuh Bug dan Masalah Teknis

Selain mahal, kualitas game juga mengecewakan. Setelah rilis pada 17 Juli 2025, banyak gamer melaporkan temuan bug, crash, dan frame drop saat bermain. Karakter yang tersangkut di objek, tampilan yang tiba-tiba tertutup, dan animasi yang tidak mulus menjadi keluhan umum.

Pihak Les Copaque telah memberikan tanggapan bahwa mereka telah melakukan uji coba internal dan akan merilis pembaruan (patch) secara bertahap. Meski demikian, banyak gamer yang merasa kecewa karena masalah ini sudah terjadi sejak awal peluncuran.

Sebagian pengguna berpendapat, jika game telah melewati berbagai tahap uji, maka masalah dasar seperti ini seharusnya tidak muncul. Kritik ini memperkuat persepsi bahwa game rilis dalam keadaan belum siap.

3. Isu Etika: Gaji Developer dan Kondisi Internal

Kemarahan publik makin membesar setelah muncul laporan bahwa karyawan Streamline Studios belum mendapat gaji selama berbulan-bulan. Bahkan, beberapa mantan pegawai yang terkena PHK belum menerima pesangon mereka.

Menurut laporan dari Nmia Gaming, situasi ini terjadi karena masalah keuangan internal studio. Bahkan iuran pensiun (EPF) yang wajib bayar pun belum perusahaan setor.

Namun, Les Copaque membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan telah mengeluarkan dana sebesar RM15 juta untuk pengembangan game dan membayar seluruh kewajiban kepada pihak pengembang. Pihak Les Copaque juga menyebut bahwa jika tidak membayar developer, maka game ini tidak mungkin bisa rilis ke publik.

Meski sudah klarifikasi, pernyataan ini belum sepenuhnya memuaskan publik. Warganet tetap meragukan transparansi dan integritas proses produksi game tersebut.

4. Pelanggaran Hak Cipta terhadap Kreator Konten

Masalah terakhir yang membuat gamer dan komunitas kreator geram adalah klaim hak cipta terhadap streamer. Sejumlah YouTuber, termasuk Windah Basudara, terkena copyright strike saat menayangkan gameplay Upin & Ipin Universe. Ironisnya, game tersebut beli secara legal, bukan pemberian secara cuma-cuma oleh developer.

Lebih buruk lagi, akun resmi Les Copaque menggunakan potongan video milik Windah untuk promosi tanpa izin. Situasi ini merupakan pelanggaran etika dan eksploitasi terhadap kreator konten.

Les Copaque telah mengunggah video klarifikasi di YouTube. Mereka menjelaskan bahwa musik dalam game merupakan bagian dari serial animasi yang memiliki lisensi eksklusif. Karena itu, YouTube secara otomatis mengenakan copyright kepada konten yang menayangkan musik tersebut.

Sebagai solusi, streamer sebaiknya menonaktifkan musik dalam game saat siaran agar tidak terkena klaim. Selain itu, Les Copaque mengaku telah meminta maaf kepada Windah dan sedang berupaya bekerja sama dengan publisher untuk mengembalikan hak monetisasi kreator.

Kesimpulan: Antusiasme Berbalik Jadi Kekecewaan

Upin & Ipin Universe awalnya menjadi produk kebanggaan industri kreatif Malaysia. Namun, karena berbagai masalah yang muncul sejak peluncurannya, game ini justru menjadi simbol kekecewaan gamer terhadap manajemen proyek yang buruk dan ketidakpekaan terhadap komunitas.

Kampanye boikot yang masif menunjukkan bahwa publik kini menuntut lebih dari sekadar klarifikasi. Mereka ingin ada perubahan nyata—baik dalam kualitas game, perlakuan terhadap karyawan, maupun penghargaan terhadap kreator konten.

Les Copaque dan Streamline Studios berhadapan dengan momen krusial. Jika mereka gagal memperbaiki situasi ini secara cepat dan transparan, maka reputasi jangka panjang keduanya bisa rusak permanen. Kepercayaan gamer bukan sesuatu yang bisa mereka beli—melainkan bangun lewat komitmen nyata.

Tags: game upin ipinUpin & Ipin Universe
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

RAM 1+1 Value Pack

Solusi PC Estetik saat RAM Mahal 2026: V-Color Rilis Paket RAM 1 Plus 1 Dummy

byDenny ZY
16/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tahun 2026 menjadi periode yang cukup menyesakkan bagi para perakit PC di seluruh dunia. Fenomena "RAMapocalypse"...

Steam Machine Verified

Valve Resmi Umumkan Syarat Steam Machine Verified di GDC 2026 Sinyal Kuat Konsol Baru Meluncur

byDenny ZY
16/03/2026

SAN FRANCISCO (Lampost.co) – Kejutan besar datang dari panggung Game Developers Conference (GDC) 2026. Valve secara resmi mengumumkan pedoman baru...

build PC RTX 5080

Rakit PC Dewa 2026: Intip Spek Pemenang GeForce Season of RTX dengan RTX 5080 Astral

byDenny ZY
16/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tren rakit PC di tahun 2026 mencapai puncaknya dengan pengumuman pemenang kontes prestisius GeForce Season of...

Berita Terbaru

Tambak udang (IST)
Lampung

Sedimentasi Kanal Ancam Produktivitas Tambak Udang Dipasena

byDelima Napitupuluand1 others
17/03/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Kawasan tambak udang Dipasena di Kabupaten Tulangbawang kini berada dalam kondisi kritis. Jalur penyaluran air laut yang menjadi...

Read moreDetails
sosialisasi di Balai Desa Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Senin (16/3).

SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja, Dongkrak Ekonomi Warga Lampung

17/03/2026
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf dan unsur Forkopimda memantau kesiapan pengamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (16/3/2026). Dok ADPIM Lampung

Perkuat Koordinasi Pastikan Mudik Berjalan Aman dan Lancar

17/03/2026
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf dan unsur Forkopimda memantau kesiapan pengamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (16/3/2026). Dok ADPIM Lampung

Sinergi Lintas Sektoral Pastikan Kelancaran Arus Mudik di Lampung

17/03/2026
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfy Assegaf dan unsur Forkopimda memantau kesiapan pengamanan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (16/3/2026). Dok ADPIM Lampung

4.232 Personel Gabungan Amankan Mudik di Wilayah Lampung

17/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.