Bandar Lampung (Lampost.co) — Apple resmi menggulirkan pembaruan sistem operasi terbarunya, iOS 26.2.1. Meski membawa berbagai perbaikan bug dan dukungan untuk perangkat AirTag generasi kedua, tidak sedikit pengguna di Indonesia yang mengeluhkan kegagalan saat mencoba memperbarui sistem secara langsung melalui menu pengaturan di ponsel.
Fenomena ini paling banyak dialami oleh pemilik iPhone dengan kapasitas penyimpanan 64 GB, seperti seri iPhone 12 atau iPhone 13 yang masih sangat populer di pasar lokal. Meskipun layar ponsel menunjukkan sisa ruang sekitar 4 hingga 5 GB, proses unduhan sering kali berhenti di tengah jalan. Selain itu, proses tersebut juga memunculkan notifikasi Ruang Penyimpanan Tidak Cukup.
Masalah klasik ini biasanya membuat pengguna awam merasa frustrasi karena merasa harus mengorbankan ribuan koleksi foto, video berharga, atau menghapus aplikasi penting demi memberikan ruang bagi sistem operasi. Padahal, ada solusi yang jauh lebih praktis dan aman yang sering terlupakan. Solusi tersebut adalah memperbarui sistem melalui komputer.
Metode pembaruan melalui komputer, baik menggunakan Finder di perangkat Mac maupun aplikasi Apple Devices di Windows, bekerja dengan cara yang berbeda dari pembaruan nirkabel atau Over-The-Air (OTA). Saat pengguna melakukan update langsung dari iPhone, perangkat membutuhkan ruang kosong yang sangat besar dua kali lipat. Satu untuk mengunduh paket pembaruan yang masih terkompresi, dan satu lagi untuk proses ekstraksi file sebelum dipasang.
Keunggulan
Di sinilah keunggulan utama menggunakan PC atau Mac. Seluruh proses pengunduhan dan ekstraksi file sistem yang berukuran besar dilakukan di ruang penyimpanan komputer, bukan di memori internal iPhone. Setelah file siap, komputer hanya akan mengirimkan data akhir yang sudah matang ke iPhone. Hal ini sangat membantu bagi pengguna iPhone 64 GB. Sebab, sistem tidak lagi dipaksa bekerja keras mengelola memori yang sudah kritis.
Selain efisiensi ruang, metode kabel ini dinilai jauh lebih stabil. Koneksi internet yang tidak stabil saat menggunakan Wi-Fi sering kali menyebabkan file iOS korup saat diunduh langsung di ponsel. Hal ini berujung pada kegagalan instalasi. Dengan menggunakan komputer, proses transfer data lebih terjamin berkat koneksi fisik menggunakan kabel data. Oleh karena itu, risiko perangkat tersangkut di logo Apple atau mengalami kendala teknis lainnya jadi minim.
Bagi masyarakat di Indonesia yang sering menggunakan iPhone sebagai alat dokumentasi utama, langkah ini menjadi angin segar. Pengguna tidak perlu lagi bingung memilih mana foto yang harus dibuang demi mendapatkan fitur keamanan terbaru. Cukup dengan menghubungkan iPhone ke laptop atau PC yang terhubung internet, proses transisi ke iOS 26.2.1 dapat berjalan mulus. Hal ini bisa dilakukan tanpa mengganggu data pribadi yang tersimpan.
Pembaruan iOS 26.2.1 sendiri sangat disarankan untuk segera dipasang karena menyangkut celah keamanan kritis di awal tahun 2026 ini. Memilih jalur komputer bukan berarti memperumit proses, melainkan memberikan kepastian bahwa pembaruan berjalan sempurna tanpa mengorbankan isi ponsel Anda.








