Bandar Lampung (Lampost.co) — Tekanan di industri semikonduktor belum mereda. Memasuki 2026, pasar perangkat konsumen justru dihadapkan pada masalah baru berupa kelangkaan chip memori, baik DRAM maupun NAND. Kondisi ini mulai memberi dampak nyata terhadap harga dan strategi produk smartphone serta PC di berbagai segmen.
Lonjakan kebutuhan memori dari pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) disebut menjadi pemicu utama ketidakseimbangan pasokan. Permintaan yang terus meningkat tidak diimbangi kapasitas produksi, sehingga mendorong kenaikan harga memori secara global.
Permintaan AI Mengubah Peta Industri Memori
Firma riset IDC menilai krisis memori kali ini bukan sekadar fluktuasi musiman. Ekspansi masif infrastruktur AI telah menggeser prioritas industri memori secara struktural.
Beban kerja AI membutuhkan kapasitas memori jauh lebih besar dibanding perangkat konsumen. Akibatnya, produsen memori lebih memilih mengalokasikan sumber daya mereka ke produk bernilai tinggi. Ini dilakukan untuk pusat data, seperti high-bandwidth memory (HBM) dan modul DDR5 berkapasitas besar.
Peralihan ini secara langsung mengurangi ketersediaan DRAM dan NAND konvensional yang selama ini menjadi tulang punggung smartphone dan PC.
Kapasitas Produksi Tak Lagi Mengejar Permintaan
Alih-alih memperluas produksi memori untuk pasar konsumen, produsen besar justru memfokuskan belanja modal pada segmen AI. Tiga pemain utama industri—Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology—disebut semakin agresif. Mereka mengarahkan kapasitas wafer silikon mereka ke produk untuk hyperscaler global.
IDC memproyeksikan pertumbuhan pasokan DRAM pada 2026 hanya berada di kisaran 16 persen secara tahunan, sementara NAND diperkirakan tumbuh sekitar 17 persen. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan historis, menandakan tekanan pasokan akan terus berlanjut.
Smartphone Hadapi Dilema Harga dan Spesifikasi
Dampak krisis memori mulai terasa di pasar smartphone, terutama pada ekosistem Android. Tren lama yang menghadirkan spesifikasi flagship ke segmen harga menengah kini berpotensi berbalik arah.
Memori menyumbang sekitar 15–20 persen dari bill of materials (BOM) smartphone kelas menengah. Sedangkan sekitar 10–15 persen pada model flagship. Dengan harga DRAM dan NAND yang terus meningkat, produsen dihadapkan pada pilihan sulit. Mereka dapat menaikkan harga jual, memangkas spesifikasi, atau mengombinasikan keduanya.
Vendor dengan margin tipis dan fokus pada segmen harga rendah diperkirakan akan paling tertekan. Sebaliknya, pemain besar seperti Apple dan Samsung relatif lebih terlindungi. Ini berkat kontrak pasokan jangka panjang dan kekuatan finansial. Meski demikian, peningkatan kapasitas RAM pada flagship 2026 kemungkinan berjalan lebih lambat.
Pasar PC Masuk Fase Tekanan Ganda
Jika smartphone menghadapi tekanan biaya, pasar PC dinilai berada dalam situasi yang lebih kompleks. Krisis memori bertepatan dengan dua faktor besar: berakhirnya dukungan Windows 10 dan dorongan kuat terhadap adopsi AI PC.
Sejumlah produsen besar seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan ASUS telah memberi sinyal adanya penyesuaian harga secara menyeluruh pada paruh kedua 2026. Kenaikan harga diperkirakan berada di kisaran 15–20 persen, seiring renegosiasi kontrak pasokan komponen.
Vendor berskala besar diprediksi mampu bertahan dan bahkan memperluas pangsa pasar. Sebaliknya, perakit PC lokal, white box, serta pasar DIY—termasuk segmen gamer—berisiko menanggung beban paling berat. Lonjakan harga komponen menjadi tantangan.
OEM Besar Diuntungkan, Pasar Berubah Arah
Di tengah tekanan biaya, situasi ini justru membuka peluang bagi OEM besar. Mereka dapat mendorong penjualan sistem pre-built sebagai solusi yang lebih stabil dan kompetitif. Skala produksi dan kontrak pasokan jangka panjang memberi mereka keunggulan dibanding pemain kecil.
Dengan kondisi pasar yang belum menunjukkan tanda pemulihan cepat, krisis memori global diperkirakan akan terus membayangi industri smartphone dan PC sepanjang 2026. Bagi konsumen, dampaknya bisa berupa harga lebih mahal atau spesifikasi yang tidak lagi meningkat secepat beberapa tahun terakhir.








