Bandar Lampung (Lampost.co) — Chaos Walking menghadirkan petualangan fiksi ilmiah yang unik dan menegangkan. Film itu membawa penonton ke planet koloni bernama New World.
Di dunia itu, tidak ada ruang untuk menyimpan rahasia. Setiap pikiran pria muncul ke permukaan dalam bentuk suara dan visual. Konsep tersebut sebagai “The Noise”. Ide itu menjadi daya tarik utama sepanjang cerita.
Film itu mempertemukan Tom Holland dan Daisy Ridley dalam satu layar. Keduanya tampil kuat dalam kisah penuh ketegangan.
Adaptasi dari Novel Distopia Populer
Film itu mengangkat cerita dari novel The Knife of Never Letting Go karya Patrick Ness. Buku tersebut merupakan bagian pertama dari trilogi Chaos Walking.
Sutradara Doug Liman mengemas cerita itu dengan pendekatan visual yang intens. Patrick Ness juga ikut terlibat dalam penulisan naskah.
Kolaborasi tersebut menjaga esensi dunia “The Noise” tetap terasa kuat. Adaptasi itu mencoba menerjemahkan konsep pikiran yang terlihat secara nyata ke layar lebar.
Pertemuan Todd dan Viola yang Mengubah Segalanya
Todd Hewitt, yang diperankan Tom Holland, tumbuh di lingkungan tanpa perempuan. Ia hidup di tengah komunitas pria yang pikirannya selalu terdengar. Todd menganggap kondisi itu sebagai hal biasa. Ia tidak pernah mengenal dunia yang sunyi.
Semua berubah saat sebuah pesawat jatuh di dekat wilayahnya. Dari kecelakaan itu, muncul seorang perempuan bernama Viola.
Viola, yang diperankan Daisy Ridley, menjadi wanita pertama yang Todd lihat sepanjang hidupnya. Kehadirannya mengguncang seluruh tatanan sosial. Bahkan, Viola tidak memiliki “The Noise”. Pikirannya tidak terdengar oleh siapa pun.
Ancaman Mayor Prentiss dan Pelarian Berbahaya
Kehadiran Viola memicu kekacauan. Pemimpin kota, Mayor Prentiss yang Mads Mikkelsen perankan, melihatnya sebagai ancaman.
Mayor Prentiss ingin menguasai situasi dan menyimpan rahasia besar tentang hilangnya para perempuan. Ia tidak ingin kebenaran terungkap. Todd menyadari bahaya yang mengintai Viola. Ia memilih membantu Viola melarikan diri.
Perjalanan mereka melintasi hutan liar dan wilayah berbahaya. Todd harus belajar mengendalikan pikirannya agar tidak membocorkan rencana mereka.
Setiap ketakutan dan keraguan bisa terdengar oleh musuh. Ketegangan terus meningkat sepanjang perjalanan.
Visual Unik dan Aksi Penuh Ketegangan
Chaos Walking menampilkan efek visual yang menggambarkan pikiran manusia secara nyata. Penonton bisa melihat bayangan imajinasi yang muncul di sekitar karakter.
Pendekatan itu menciptakan pengalaman menonton yang berbeda. Aksi tembak-menembak dan kejar-kejaran terasa intens.
Film itu juga mengangkat tema kepercayaan dan keberanian. Todd juga belajar memahami diri sendiri di tengah tekanan. Viola membawa perspektif baru tentang harapan dan masa depan.
Bagi penggemar film distopia dan sci-fi, Chaos Walking juga layak masuk daftar tontonan. Sebab, cerita yang unik dan akting para pemain membuat film itu terasa segar.








