Bandar Lampung (Lampost.co) — Industri video game global kembali dikejutkan dengan kabar duka. Sony Interactive Entertainment (SIE) secara resmi mengumumkan penutupan Bluepoint Games, studio legendaris yang berbasis di Austin, Texas, yang selama ini dikenal sebagai “raja” remake berkualitas tinggi bagi konsol PlayStation.
Dalam pernyataan resminya, pihak PlayStation memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Bluepoint. “Bluepoint Games adalah tim yang sangat bertalenta. Keahlian teknis mereka telah menghadirkan pengalaman luar biasa bagi komunitas PlayStation. Kami berterima kasih atas semangat, kreativitas, dan keterampilan yang mereka berikan selama ini,” ujar juru bicara Sony.
Alasan di Balik Penutupan
Penutupan ini sebagai hasil dari peninjauan bisnis terbaru yang manajemen PlayStation lakukan. CEO PlayStation Studios Business Group, Hermen Hulst, dalam memo internalnya menyebutkan bahwa lingkungan industri yang semakin menantang, biaya pengembangan yang terus membengkak, dan perubahan kebiasaan pemain menjadi alasan utama di balik langkah drastis ini.
Sebelum pengambilan keputusan penutupan, Bluepoint Games kabarnya sempat menggarap proyek ambisius berupa game live-service yang berlatar di semesta God of War. Namun, proyek tersebut resmi batal pada Januari 2025 setelah Sony mulai menarik diri dari strategi fokus pada live-service yang kurang sukses di pasaran.
Rekam Jejak Emas yang Terhenti
Bluepoint Games berdiri pada 2006. Sony mengakuisisinya pada 2021. Akuisisi itu menyusul kesuksesan remake Demon’s Souls yang menjadi judul peluncuran PlayStation 5.
Studio ini juga terkenal lewat remake Shadow of the Colossus (2018). Mereka turut mengerjakan Uncharted: The Nathan Drake Collection.
Dengan pembubaran Bluepoint, Sony kini telah menutup enam studio internal di era PS5. Beberapa di antaranya adalah Japan Studio, London Studio, dan Firewalk Studios.
Penggemar menyampaikan kekecewaan di media sosial. Banyak yang berharap Bluepoint mengerjakan remake besar lain, seperti Bloodborne atau trilogi klasik God of War.
Penutupan ini menandai berakhirnya era studio spesialis remake di bawah PlayStation Studios. Dampaknya meninggalkan celah besar dalam strategi konten eksklusif Sony ke depan.








